40 Tahun Berselang, “Anak Bawang” Bertemu Sang Guru

(Berita Terpercaya) – Pertemuan dengan Umbu Landu Paranggi adalah momen yang ditunggu-tunggu sastrawan Malioboro yang pernah bergabung dengan Persada Studi Klub (PSK). Tentu, meski pernah akrab dan dekat dengan Umbu di era 1968-1975, tak ada yang berani bermimpi bisa bertemu kembali dengan Presiden Malioboro itu.

Novelis Budi Sardjono juga sama sekali tidak menyangka jika kemudian bisa bertemu Umbu. Budi masih menjadi tutor Bengkel Bahasa dan Sastra Balai Bahasa DIY, Minggu (4/8/2019) pagi. Sementara, acara launching buku Metiyem Pisungsung Agung untuk Umbu Landu Paranggi dijadwalkan hari berikutnya, Senin (5/8/2019) malam di Denpasar, Bali. Tentu tidak terkejar waktunya jika hanya jalan darat.

“Saya diminta Cak Nun tetap ikut. Saya bilang, numpak apa, Cak? Wis mepet wektune. Kata Cak Nun, tugas saya menemani Mas Iman. Kami naik pesawat akhirnya,” tutur Budi, Selasa (6/8/2019) malam di teras Mijil kediaman Mas Rafael, Condong Catur, Depok, Sleman.

Jadilah Budi dan Irul mendampingi Iman Budhi Santosa selama mengudara dari bandara Adi Sucipto menuju bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali, selama satu jam.

Budi membayangkan pertemuannya dengan Umbu akan berjalan seru. Maklum, sudah lebih dari empat dasawarsa ia tidak lagi bertemu Umbu. Kala itu Budi masih “anak bawang” di komunitas PSK. Itu pun tidak bisa setiap hari bertemu Umbu. Juga, saat itu Budi masih berproses, belum menjadi siapa-siapa.

Dalam buku Metiyem, Budi menulis kenangannya bersama kawan-kawan PSK, antara lain, ia sudah menulis beberapa puisi dengan tulisan tangan namun semua puisinya ditolak Umbu yang menjadi redaktur di rubrik Persada dan Sabana mingguan Pelopor Yogya. Budi tak putus asa. Puisi tetap ditulis meski hanya disimpan di laci meja. Pada saat bersamaan ia mulai belajar menulis prosa. Dan, mengalirlah akhirnya sejumlah cerpen, novelet, belakangan juga novel dari tangannya.

“Waktu ketemu Umbu di Bali, saya tanya, masih ingat saya? Jawab Umbu, lupa-lupa ingat. Lalu, Mas Iman memberitahu, ini Mas Budi Sardjono. Umbu cuma mrenges, he he he, begitu,” ungkap Budi.

Momentum pertemuan dengan Umbu ternyata biasa saja. Kata Budi, seperti disampaikan Emha Ainun Nadjib saat launching Metiyem, Rabu (31/7/2019) malam di Rumah Maiyah, Kadipiro Yogyakarta, Umbu orangnya dingin.

“Nah waktu potret berdua, Umbu hanya bilang, tanganmu. Mana tanganmu… Maksudnya, saya diminta merangkul bahunya. Sebelumnya, sikap saya begini (ngapurancang),” ujar Budi menutup obrolan. (rts)

Foto : Irul