5 Fakta Di Balik Vonis Penjara Musisi Ahmad Dhani

(Berita Terpercaya) – Kasus hukum vlog “idiot” yang dibuat oleh pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani, sudah berakhir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (11/6/2019). Majelis hakim yang dipimpin oleh R Anton Widyopriono menjatuhkan vonis kepada suami Wulan Jameela ini hukuman penjara 1 tahun. Berikut ini beberapa faktanya.

Pertama: Berawal dari Lobi Hotel Majapahit Surabaya

26 Agustus 2018 Ahmad Dhani berniat menghadiri deklarasi “2019 Ganti Presiden” di Lapangan Tugu Pahlawan Surabaya. Namun Dhani yang saat itu berada di Hotel Majapahit tidak dapat keluar karena dihadang massa. Dhani kemudian membuat vlog memaparkan kondisi yang dihadapi. Dani antara lain mengtakan keheranannya karena dirinya yang hanya musisi kok didmo. Polisi kok membiarkan aksi para pendemo. Dan kemudian yang menjeratnya ke ranah hukum adalah pernyataan Dhani bahwa para pendemo ini adalah idiot.

Kedua: Dituduh Mencemarkan Nama Baik

Atas pernyataan yang dibuat dalam video itu, Ahmad Dhani dituduh telah melakukan pencemaran nama baik. Ia  dituduh melanggar Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 Undang Undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketiga: Jalan Persidangan Selalu Menarik Perhatian Publik

Sebagai musisi besar Tanah Air, kemudian kasus ini terkait aktivitas politik Dhani yang mendukung Capres Prabowo Subianto, perjalanan kasus hukum ini selalu mendapat perhatian publik. Polisi juga selalu mengerahkan aparat keamanan cukup banyak, seperti saat vonis polisi mengerahkan 349 personil. Dhani juga pernah dipaksa masuk ke dalam mobil tahanan karena begitu keluar dari ruang sidang sempat melakukan perlawan dan berniat melakukan orasi.

Keempat: Tiga Hal yang Memberatkan Dhani

Majelis Hakim menilai ada tiga hal yang memberatkan putusan terhadap Ahmad Dhani. Satu,  tidak menyesali perbuatannya karena merasa tidak bersalah. Dua, menyebut para pendemo “idiot”, dianggap telah menghina dan menjatuhkan martabat orang-orang tersebut. Tiga, sebagai orang yang sedang mencalonkan (diri) sebagai anggota legislatif, seharusnya terdakwa menjaga lisannya dengan baik.

Kelima: Hakim Kaget Karena Dhani Langsung Menyatakan Banding

Setelah hakim menjatuhkan vonis, Dhani langsung menyatakan naik banding. Majelis hakim terlihat kaget dan bertanya apakah Dhani sudah berkonsultasi dengan putusan untuk banding tersebut. Kata Dhani: “Sudah berkonsultasi. Langsung, langsung kami menyatakan banding, Yang Mulia.” kata Dhani. Majelis hakim yang masih terlihat kaget kemudian mengkonfirmasi hal tersebut kepada tim kuasa hukum. “Begitu penasihat hukum? dari jaksa (Jaksa Penuntut Umum)? Pikir-pikir? baik, dengan demikian sidang dinyatakan selesai dan dinyatakan ditutup,” kata Ketua Majelis Hakim, R Anton Widyopriono. (*/sdr)

foto: antaranews.com