ancaman dicabutnya bantuan AS

Ancaman Dicabutnya Bantuan AS Tidak Goyahkan Pendirian Indonesia

[Berita Terpercaya] Adanya ancaman dicabutnya bantuan AS untuk negara-negara yang mendukukung resolusi PBB, tetap tidak goyahkan pendirian Indonesia. Indonesia tetap pada pendiriannya untuk secara tegas menolak Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sejauh ini Indonesia memang telah menerima berbagai program hibah dari AS. Termasuk di antaranya adalah program untuk kesehatan, pendidikan serta lingkungan. Nilainya diperkirakan mencapai US$ 432 juta yang diterima sejak tiga tahun lalu.

Terkait adanya ancaman pencabutan bantuan dari AS, Indonesia dimungkinkan sudah memiliki alternatif lain, bisa jadi bantuan dari negara lain. Betapapun jika bantuan tersebut dicabut, tidak dipungkiri bisa berdampak bagi Indonesia.

Sikap Indonesia memang sejak semula jelas menolak klaim sepihak AS terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel. Indonesia bahkan mengajak negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk memiliki persepsi yang sama. Demikian hal tersebut disampaikan Johan Budi, Juru Bicara Kepresidenan kepada BBC pada Kamis (21/12).

 

Terkait Ancaman Dicabutnya Bantuan AS, Indonesia Bisa Cari Alternatif Negara Lain Pemberi Bantuan

Indonesia tetap harus mencari alternatif bantuan dari negara lain, pasalnya ancaman dari AS  tersebut bisa saja direalisasikan. Hal ini pun dimungkinkan tidak terlalu menjadi persoalan bagi Indonesia untuk mengupayakannya. Demikian hal itu dikemukakan Ibrahim Hamdani, peneliti dari Pusat Pengkajian Timur Tengah dan Islam dari Universitas Indonesia.

Ibrahim Hamdani juga mengatakan bahwa Indonesia tidak terlalu bergantung kepada AS. Hal ini didukung dengan adanya hubungan yang baik antara Indonesia-RRC dan Indonesia Rusia pada era Presiden Jokowi.

Sementara itu data yang ada di Bappenas yang diperoleh BBC menunjukkan bahwa hibah AS kepada Indonesia belum sebesar Australia. Hal ini terkait besaran angka program bantuan hibahnya.


ancaman dicabutnya bantuan