Anthony Ginting, 25 – 1.000 – 70.000

(Berita Terpercaya) – Luar biasa rasanya terlalu biasa. Harus diimbuhi  gila di depannya. Gila Luar Biasa. Ya, itulah ungkapan yang pantas disematkan kepada Anthony Sinisuka Ginting, pebulutangkis nomor satu kita yang sukses menjadi kampiun di kandang macan bulutangkis dunia, China .

Tidak tanggung-tanggung, dalam partai puncak Turnamen Bulutangkis China Terbuka 2018 yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018), Anthony mengalahkan juara dunia 2018 asal Jepang, Kento Momota dua gim langsung 23-21, 21-19.

Gila luar biasa karena, pertama, Anthony tampil sempurna. Menyerang, bertahan, penempatan posisi dan shuttlecock, netting, servis, kontrol lapangan dan tentu saja paling utama, kontrol diri dan emosi.

Anthony bermain sabar. Tidak mau untuk langsung melepaskan serangan dengan smash keras yang biasanya akan menjadi bumerang karena pertahanan alot Momota. Ia terus mengocok Momota melalui netting tipis, lob serang ke berbagai sudut lapangan untuk menunggu momentum yang paling pas melepaskan serangan yang harus jadi pamungkas. Ini kontrol diri yang luar biasa.

Kedua, Ginting gila luar biasa, karena ia tampil di podium jawara dengan mengalahkan para jawara dunia dan juara Olimpiade. Di babak pertama, Lin Dan, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 dikalahkan 22-24, 21-5, 21-19. Pemain rangking satu dunia Viktor Axelsen dari Denmark ditekuk dua gim langsung di babak kedua 21-18, 21-17.

Lepas dari Axelsen, Anthony sudah ditunggu pemain China lainnya, Chen Long, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2018. Anthony menang 18-21, 22-20, 21-16. Di semifinal, Anthony membalas kekalahannya atas Chou Tien Chen (Taiwan), di semifinal Asian Games 2018. Kali ini Anthony membungkam Chen dengan skor 12-21, 21-17, 21-15.

Ketiga, Ginting memecahkan kebuntuan tunggal putra kita di China. Puasa gelar selama 25 tahun setelah terakhir Joko Supriyanto menjadi juara 1993, kini membuat kita bisa bangga. Siapa kita? Indonesia! Layak kita teriakan dengan lantang setelah pengembalian shuttlecock Anthony di sudut kanan depan tidak dapat dikembalikan Momota dan menyudahi pertandingan yang  berdurasi 63 menit itu.

Dengan hasil ini, Anthony menjadi salah satu penakluk turnamen level 1000 di tahun ini. Hanya ada 3 turnamen level 1000 setiap tahunnya yang diselenggarakan di Tiongkok, Indonesia dan di Inggris (All England). Shi Yuqi dari Tiongkok menjadi peraih gelar All England 2018. Sedangkan titel Blibli Indonesia Open 2018 direbut Momota. Anthony menjadi salah satu dari deretan pemain muda yang disebut generasi baru di tunggal putra yang perlahan mulai menggeser eksistensi para senior seperti Lin Dan, Chen Long dan Lee Chong Wei.

Ada yang menarik ketika Anthony menerima  simbol hadiah uang. Setelah berjabat tangan dengan tokoh yang menyerahkan. Dalam sekilas, sepersekian detik, Anthony tampak menengok, melihat jumlah uang yang tertera. Entah ingin memastikan jumlah yang tertera di situ atau barangkali tidak menyangka atas hadiah yang diperolehnya. Tapi yang jelas,  di situ tertulis 70.000 dollar AS. (sdr)