Baru Bebas dari Penjara, Sri Wahyumi Ditangkap KPK Lagi

(Berita Terpercaya) – Sungguh tragis nasib Sri Wahyumi Maria Manalip, mantan Bupati Kepulauan Talaud. Ia baru saja bebas dari penjara, namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjeratnya kembali untuk kasus grafitikasi senilai Rp9,5 miliar.

Sri Wahyumi yang menjabat sebagai bupati periode 2014-2019 terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 30 April 2019 lantaran terlibat kasus suap-menyuap revitalisasi pasar di wilayahnya. Ia kemudian diadili dan diganjar vonis hukuman selama empat tahun enam bulan dan denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Namun, Sri Wahyumi mengajukan Peninjauan Kembali (PK)  ke Mahkamah Agung (MA). MA pun mengabulkan PK dan menyunat hukuman Sri Wahyumi dari empat tahun enam bulan menjadi dua tahun penjara. Alhasil, setelah menjalani hukuman, Sri Wahyumi bebas pada 29 April 2021. Tapi, bertepatan hari bebasnya itu, ia kembali ditangkap KPK.

Penangkapan kembali Sri Wahyumi Maria Manalip terkait menerima gratifikasi Rp9,5 miliar proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud pada 2014-2017. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap dalam lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo pada 2019, yang sebelumnya juga menjerat Sri Wahyumi.

Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2019) menjelaskan saat itu KPK masih memiliki bahan-bahan lain terkait perkara untuk dikembangkan. Namun, hal itu tertahan karena keterbatasan OTT.

“Pada saat itu sebenarnya masih banyak bahan-bahan yang bisa dikembangkan untuk dilihat perkaranya apa. Apakah dalam hal pengadaan barang dan jasa atau dalam hal apa,” ujar Karyoto.

Akhirnya, KPK baru bisa menemukan kasus korupsi lainnya pada Sri Wahyumi setelah melakukan pengembangan penyidikan, yakni dugaan gratifikasi Rp9,5 miliar.

“Nah yang ditemukan juga ya ini cukup signifikan, yaitu 9,5 miliar rupiah,” ujarnya.

Diketahui, Sri Wahyumi diduga menerima gratifikasi Rp9,5 miliar proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017.

“KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan sejak September 2020 dan menetapkan tersangka SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip) sebagai tersangka,” ucap Karyoto.

Sri Wahyumi pun langsung ditahan KPK. (*/dtc)

Foto : lidik.co.id