belasan jam perjuangan Dianti

Belasan Jam Perjuangan Dianti, Korban Longsor Bandara Soetta

[Berita Terpercaya] Belasan jam perjuangan Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri (24), korban longsor Bandara Soetta dilaporkan CNN Indonesia pada Selasa (6/2). Karyawati Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia tersebut pun akhirnya dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Mayapada, Tangerang pada pukul 06:43 WIB. Diketahui sebelumnya, ia sempat bertahan selama belasan jam di lokasi kejadian.

Situasi itu ia alami usai mobil yang dikendarainya dilaporkan CNN Indonesia tertimbun longsor di jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta. Saat kejadian pada Senin (5/2) sekitar pukul 17.00 WIB, ia dilaporkan sedang melintas di lokasi tersebut. Diketahui mobil yang dikendarainya adalah Honda Brio bernomor polisi A 1567 AS.

Jalan Perimeter Selatan diketahui memang merupakan jalan yang biasa dilalui oleh Dianti usai pulang kerja. Saat kejadian, dinding underpass yang berada di jalan itu roboh dan langsung menimpa mobil Dianti. Diketahui pula ia mengendarai mobil tersebut ditemani rekannya, Mutmainah Syamsuddin.

Proses evakuasi Dianti beserta rekannya berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga Selasa (6/2) pagi. Lamanya proses evakuasi diketahui karena adanya beton yang menimpa mobil tersebut sehingga harus menunggu hingga belasan jam. Demikian pula saat itu penggunaan alat berat diketahui tidak bisa maksimal. Pasalnya dikhawatirkan akan membuat bangunan underpass ambruk dan bisa membahayakan korban. Situasi saat itu membuat petugas memutuskan untuk menggunakan cangkul dan sesekali menggunakan alat berat.

Usai belasan jam perjuangan Dianti di lokasi kejadian, akhirnya ia berhasil dievakuasi pada jam 03.00, Selasa (6/2). Ia lalu dilarikan ke RSUD tangerang dan kemudian dirujuk ke RS Mayapada. Sementara rekannya Mutmainah, baru berhasil dievakuasi pukul 07.05 WIB dan dilarikan ke RS Siloam Karawaci.

Kondisi Dianti Semakin Melemah

Sebelum dibawa ke RS Mayapada karena kondisinya yang semakin melemah, Dianti diketahui sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan laporan CNN Indonesia, sekitar pukul 05.00 WIB, tim RS Mayapada dihubungi oleh RSUD Tangerang. Saat itu Dianti perlu pertolongan lebih lanjut yaitu Intensive Care Unit (ICU). Sementara ICU yang ada di RSUD saat itu belum dapat melayani, sehinga butuh bantuan ICU yang ada di rumah sakit lain.

Kondisi Dianti saat itu dilaporkan dalam keadaan sakit berat, sangat lemah dan cenderung mengantuk. Menurut Direktur RS Mayapada dr. Markus Waseso Suharyono, dokter menyatakan ada pembengkakan di daerah leher Dianti. Selain itu juga ada memar di daerah perut pasien. Gips juga sudah terpasang pada tungkai kiri dan pembengkakan lainnya berada di daerah paha sebelah kanan.

Kondisi Dianti dilaporkan makin melemah selama perjalanan dari RSUD Tangerang menuju RS Mayapada. Diperkirakan pada pukul 6, ambulans pun sampai depan IGD katanya. Namun, saat Dianti akan dipindahkan ke ranjang, tiba-tiba berhenti napas.

Dokter pun saat itu diketahui juga telah melakukan tindakan bantuan. Tindakan itu dilakukan kurang lebih 30 menit. Namun pada puku 06.43, Dianti dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang disaksikan keluarga dan dari perusahaan yang mengantar.

baca juga >>> Kronologi Penganiaayaan Guru oleh Muridnya di Sampang