WHO Bentuk Tim Baru Lacak Ulang Asal Virus Corona

(Berita Terpercaya) – Badan kesehatan dunia WHO kembali membentuk tim baru, terdiri dari para ilmuwan, untuk mencoba melacak lagi asal muasal virus Corona. Tim WHO terdiri dari 26 anggota menilai pelacakan kali ini mungkin sebagai peluang terakhir untuk memahami asal muasal virus tersebut.
Michael Ryan selaku Emergencies Director WHO mengungkap hal itu, Kamis (21/10/2021). Dia mengakui, riset sebelumnya dianggap kurang berhasil dan misi kali ini mungkin adalah peluang terakhir untuk menemukan sumber virus Corona.
Dikatakannya, laboratorium di sekitar area Wuhan harus menjadi fokus penyelidikan.
Sementara, pihak China melalui Duta besar China untuk PBB, Chen Xu, menyatakan bahwa tim internasional sudah pernah menyelidiki di China dua kali sehingga waktunya untuk mencari lokasi lain sebagai lokasi investigasi.
“Jika kita akan mengirim tim ke tempat tertentu, saya yakini itu bukan di China karena kami telah menerima tim internasional dua kali. Ini adalah saatnya untuk mengirim tim ke tempat yang lain,” kata dia.
Dalam analisis yang dipublikasikan Maret 2021, tim WHO yang pertama ditugaskan ke China menyatakan virus Corona mungkin melompat ke manusia dari hewan. Sedangkan kebocoran dari Lab Wuhan cenderung sangat kecil kemungkinannya. Namun kemudian, teori kebocoran dari lab kembali dipertimbangkan.
Tim Internasional WHO menyatakan peluang untuk memecahkan misteri tersebut tertutup dengan cepat. Investigasi ini memerlukan kolaborasi, tapi prosesnya tidak berjalan lancar. Penyebabnya, pejabat China masih enggan membagikan berbagai data yang diperlukan.
Kemenlu China Fu Cong saat itu menolak tuduhan negaranya menolak investigasi tersebut. Menurutnya, apabila terjadi keterlambatan, itu bukan salah China.
“China akan selalu mendukung dan berpartisipasi dalam usaha pelacakan berbasis sains,” katanya.
Sementara itu, muncul dugaan orang pertama yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) adalah pegawai di Wuhan Institute of Virology (WIV).
Dr Peter Embarek dari WHO adalah pemimpin investigasi selama sekitar sebulan di China untuk mencari asal usul virus Corona. Pada awalnya, WHO menyimpulkan bahwa kebocoran dari lab Wuhan cenderung sangat tidak mungkin.
Akan tetapi, dalam perkembangan terbaru, WHO menilai diperlukan investigasi ulang terhadap Lab Wuhan. Sedangkan Dr Peter sekarang menyampaikan jika ada kemungkinan seorang pegawai lab tersebut tertular dari kelelawar saat sedang meneliti.
“Seorang karyawan yang terinfeksi di lapangan dengan mengambil sampel (virus) ada dalam salah satu hipotesis yang mungkin,” kata dia seperti dikutip dari Independent, Jumat (13/8/2021). (*/dtc)
Foto : ilustrasi sutterstock