Bio Farma Beberkan Alasan Pilih Vaksin asal China

(Berita Terpercaya) – PT Bio Farma menepis anggapan bangsa Indonesia dijadikan kelinci percobaan untuk uji klinis vaksin anti-Covid-19 asal China. Vaksin buatan Sinovac saat ini masih dalam tahap pengembangan riset melalui uji klinis.

Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diluruskan terkait uji klinis fase III yang dijadwalkan dimulai Agustus 2020. Pertama, vaksin Sinovac   masih dalam tahap pengembangan riset.

”Ini (uji klinis) bagian dari riset. Semua vaksin maupun obat baru, itu harus diuji dulu,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Menurut Bambang, sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahap pertama pengujian vaksin dilakukan pada hewan atau disebut tahap praklinis. Dari tahap praklinis dilihat tingkat keamanannya juga khasiatnya. Kalau memenuhi syarat baru masuk ke fase I.

Selanjutnya, mulai Agustus 2020, PT Bio Farma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran akan melakukan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China.

Bambang menjelaskan perihal mengapa buatan Sinovac yang dipilih, bukan vaksin buatan Eropa. Pertama, Sinovac merupakan lembaga yang pertama melakukan uji klinis tahap ketiga.

Kedua, PT Bio Farma dan Sinovac pernah melakukan riset bersama vaksin IPV (Inactivated Polio Vaccine). Selain itu, ketiga, menggunakan teknologi yang serupa sehingga mempermudah proses produksi.

Berikutnya, keempat, seperti PT Bio Farma, kualitas produk Sinovac juga sudah diakui WHO. Sementara itu, yang kelima, waktu terjadi wabah SARS, Sinovac yang pertama kali melakukan uji klinis fase satu.

“Alasan keenam, Sinovac sudah mempunyai platform waktu membuat vaksin SARS COV-1sehingga lebih menghasilkan vaksin Covid. Dan, yang ketujuh, produk vaksin H1N1 dari Sinovac yang pertama diakui WHO,” ujarnya. (*/dtc)

Foto : shutterstock