bus berkonsep low entry

Bus Baru Transjakarta, Bus berkonsep Konsep Low Entry

[Berita Terpercaya] Mengaku hanya copy paste dari Singapura, Transjakarta bakal membuat bus berkonsep low entry yang sama dengan transportasi umum di Singapura. Demikian hal itu diungkapkan Wijanarko, Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta kepada cnnindonesia.com.

Transjakarta juga memiliki alasan terkait masalah bahan baku, pasalnya bahan baku yang digunakan tidak lagi memakai baja. Selain itu konsep bus yang ada di Singapura juga dinilai nyaman oleh Transjakarta.

Kenyamanan tersebut salah satunya ditunjukkan dengan flow pintu penumpang yang terdiri atas dua lajur. Konsep tersebut dinilai dapat memberikan kemudahan terhadap proses naik dan turunnya penumpang. Tentunya untuk menambah kenyamanan, bus semacam itu juga dilengkapi dengan dua mesin tapping, kamera CCTV dan dua layar TV.

Meskipun diketahui hanya copy paste, bus yang menghabiskan dana hingga Rp 2,2 miliar per unit tersebut, dalam pembuatannya, diketahui sudah meminta izin kepada pihak Singapura.

Selanjutnya pembuatan bus tersebut juga akan banyak menggunakan bahan baku alumunium. Bahan alumunium diutamakan untuk bagian body bus. Kelebihan dari penggunaan alumunium, maka bobot bus menjadi lebih ringan. Hal tersebut dinilai juga berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Teknik pengelasan untuk menyatukan masing-masing part juga diketahui tidak digunakan dalam pembuatan bus baru transjakarta tersebut. Penyambungan bodi pada rangka bus bakal dilakukan dengan cara dibaut.

Menurut Wijanarko, bobot yang ringan tersebut memungkinkan bus dapat mengangkut lebih banyak penumpang. Perbandingannya, bus baru ini dapat mengangkut hingga 73 penumpang, 37 berdiri, 34 duduk dan dua untuk penumpang berkursi roda. Sementara bus berbahan baja hanya terbatas untuk kapasitas 66 penumpang.

baca juga >>> Kereta Bandara, Upaya Kurangi Macet di Jakarta

Bus Berkonsep Low Entry

Konsep low entry yang diusung untuk proyek bus baru tersebut ditunjukkan dengan adanya dek di bagaian belakang yang dibuat lebih tinggi. Sementara bagian depan hingga ke tengah khusus untuk penumpang berdiri, termasuk di dalamnya ada bagian untuk meletakan dua kursi roda. Tingginya dek bagian belakang dikhususkan untuk penumpang yang duduk.

Bus berkonsep low entry semacam ini sebetulnya juga menyerupai bus yang biasa digunakan sebagai alat transportasi penumpang di dalam bandara.


bus berkonsep low entry