Dapatkah Ratna Sarumpaet Dijerat ke Meja Hijau? Ini Jawabannya!

(Berita Terpercaya) – Ratna Sarumpaet membikin geger jagat pemberitaan Tanah Air tiga hari belakangan ini. Berawal dari beredarnya foto dirinya dengan muka yang bonyok, Ratna kemudian mengaku kalau dirinya dianiaya.

Publik kaget, sedih dan langsung berempati. Karena bagaimana mungkin seorang perempuan tua berusia 70 tahun dianiaya sedemikian rupa? Polri bekerja sigap dan akhirnya menemukan sejumlah bukti valid kalau Ratna berbohong.

Tak lama berselang Ratna mengadakan jumpa pers di kediamannya di Jakarta. Ratnapun mengakui kalau segala ceritanya perihal penganiayaan itu adalah kahyalan semata. Intinya Ratna tlah berbohong.

Pertanyaannya, dapatkan Ratna Sarumpaet dijeret kasus hukum karena telah melakukan kebohongan publik?

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Ratna Sarumpaet masih berstatus sebagai saksi pada pemeriksaannya nanti. Meski tidak menutup kemungkinan, status hukum Ratna bakal meningkat jadi tersangka.

Catatannya, lanjut Setyo, jika ada pihak yang merasa dirugikan karena berita bohong yang dilakukan oleh Ratna. Misalnya

Namun Setyo menyebut, Ratna sulit dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebab, ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu tidak ikut menyebarkan informasinya melalui media sosial.

“Kalau Bu Ratna kan tidak menggunakan UU ITE. Tapi bisa dijerat dengan KUHP. Kalau hoaks (melalui media sosial atau elektronik) itu ITE. Dia kan enggak menggunakan ITE,” ujar Setyo.

Namun, apa yang dikatakan oleh Setyo ini dibantah oleh ahli hukum dari Universitas Al Azhar, Suparji Achmad. Menurut Suparji karena posisi Ratna sebagai juru kampanye Prabowo-Sandi maka kebohongan yang disampaikan oleh Ratna berpotensi menimbulkan kegaduhan antara golongan. Apalagi tokoh-tokog nasional seperti Prabowo, Amien Rais, sehingga bisa memunculkan praduga yang macam-macam di kalangan masyarakat.

Sementara itu Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto selaku orang yang dibohongi Ratna Sarumpaet mempersilakan aparat hukum bertindak tegas atas segala kebohongan yang dilakukan oleh Ratna.  “Kami persilakan aparat kepolisian, jika ada proses hukum, beliau harus bertanggungjawab,” ujar Prabowo saat menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) malam. “Kami juga tidak bisa menolerir berita bohong. Kami juga tegas, kalau ada tim yang berbohong kami tindak tegas bahkan kami minta aparat bertindak sesuai hukum,” tuturnya. (sdr)