Densus 88 Antiteror Tangkap Lima Teroris Anggota JI di Jatim

(Berita Terpercaya) – Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah lima tersangka teroris. Mereka terindikasi sebagai anggota teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Mereka ditangkap dari sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim), Selasa (9/11/2021) hari ini.
Tiga tersangka teroris dengan inisial BA, AS, dan RH alias AH ditangkap Densus 88 pada pagi hari tadi. Menyusul kemudian, sekitar pukul 11.32 WIB, Densus 88 kembali menangkap dua tersangka teroris dengan inisial AN dan MA.
Selanjutnya, hingga saat ini para tersangka teroris itu masih diperiksa lebih lanjut oleh Densus 88. Petugas masih melakukan interogasi awal.
Perincian proses penangkapan berikut lokasinya dari kelima teroris, sebagai berikut. pertama, BA ditangkap di Bojonegoro; kedua,
AS di Gresik; ketiga, RH alias AH di Kediri; keempat, AN di Kediri; dan, kelima, MA di Sumenep, Madura.
Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar, mengatakan ketiga tersangka teroris itu ditangkap pagi tadi. Sementara dua sisanya ditangkap pada siang hari. Mereka berasal dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI).
“Kegiatan penangkapan terhadap tiga tersangka tindak pidana terorisme di wilayah Jawa Timur atas nama BA di Kabupaten Bojonegoro, AS di Gresik, dan RH alias AH di Kediri,” ujar Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/11/2022).
“Telah ditangkap AN di Kecamatan Pare, Kediri, dan MA di Sumenep tadi siang sekitar pukul 11.32 WIB,” sambungnya.
Salah satu tersangka teroris yang ditangkap di Jatim adalah AS. Kediaman AS ada di Jalan Granit Kumala 3, RT 01 RW 15, Perumahan Kota Baru Driyorejo, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jatim.
Kepala Desa Petiken, Mardi Utomo membenarkan soal adanya penangkapan terduga teroris di Kota Baru Driyorejo. Mardi bersama Ketua RT dan RW setempat menjadi saksi dalam penggeledahan rumah terduga teroris tersebut.
“Di Kota Baru, cuma masih ditindaklanjuti,” kata Mardi saat dikonfirmasi, Selasa (9/11/2021).
Sebelumnya, Ketua RT 01, Sarpan mengaku sempat mendengar soal penangkapan terduga teroris tersebut. Lalu, Sarpan diminta menjadi saksi dalam penggeledahan rumah AS.
“Saya tadi sempat dengar, infonya Pak AS sudah diamankan (terlebih dulu) oleh petugas,” ujarnya.
Pagi tadi, Densus 88 juga menangkap terduga teroris di Bojonegoro. Tersangka berinisial BA (43) tinggal di Desa Semen Kidul, Sukosewu, Bojonegoro, Jatim.
Sebelumnya, BA adalah seorang penjual telur. Namun, usaha dagang telur itu telah ditinggalkan setelah pondok yang dibangunnya mulai banyak santrinya.
“Dulu awalnya pernah berjualan telur dan mendirikan pondok di desa sebelah. Baru buat yayasan di rumahnya itu. Kalau yayasan ini baru sekitar satu tahunan. Jadi, duluan buat pondoknya,” kata Kades Semen Kidul Lugito, Selasa (9/11/2021).
Kades Semen Kidul Lugito dan warga desa tidak pernah menyangka kalau selama ini BA punya kegiatan lain yang dilarang oleh pemerintah. Padahal warga mengetahui bahwa setiap sore hari aktivitas BA hanya mengajar ngaji.
“Ya, ustadz kalau warga sini tahunya. Biasa dipanggil Abah. Kalau setiap sore hari setelah salat Asar, ngajar ngaji anak di rumahnya. Kalau pagi di pondoknya yang ada di desa sebelah,” jelas Kades Semen Kidul Lugito, Selasa (9/11/2021).
Lugito mengilustrasikan kehidupan keluarga BA selama ini memang terkenal tertutup. Apalagi istri BA yang bercadar. Setiap hari istri BA yang berinisial M hanya keluar rumah saat berbelanja kebutuhan sehari hari.
“Nggak pernah keluar rumah. Kalau istrinya, keluar rumah kalau belanja. Istrinya pakai cadar dan berasal dari Makassar setahu saya. Kalau BA memang asli orang sini. Mungkin suaminya ini dulu teman waktu mondok,” terang Lugito.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Ahmad Ramadhan menyatakan, lima tersangka teroris yang ditangkap di wilayah Jawa Timur merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Dari penelusuran polisi, para tersangka memiliki peran berbeda.
Tersangka BA merupakan orang kepercayaan Abu Fatih. Ia juga memberikan paket berupa senjata M-16 kepada tersangka teroris HP yang sudah ditangkap beberapa waktu lalu.
Kemudian, AS merupakan alumni Moro Jalur Cadet, instruktur Tadrib Uhud Poso, instruktur latihan jasadiyah, seperti kemampuan taktis, pertahanan diri, menembak, dan merakit, takwiyah di Cubanrois dan Cemoro Kandang. Selain itu, AS adalah ketua Korda Surabaya Masa JI Darurat tahun 2021.
Berikutnya, AN adalah fasilitator pengamanan madlubin tersangka teroris J dan IR ke Jambi. Adapun J dan IR sudah ditangkap terlebih dahulu.
AN disebut masuk dalam bidang FKPP, menjabat sebagai pengasuh di Lembaga Pemberdayaan Dana Umat Baitul Hikmah Kediri, serta terkoneksi CDR dengan tersangka A yang telah ditangkap.
Kemudian, RH adalah koordinator keberangkatan tersangka J dari Kediri ke Jambi pada Agustus 2020.
Sementara itu, MA adalah Korda Sumenep, Madura. Ia merupakan tuan rumah sekaligus peserta dalam pertemuan dengan tim Laznah di rumahnya sendiri di Sumenep pada Juni 2020.
Ramadhan menambahkan, Densus 88 Antiteror selanjutnya melakukan pengamanan terhadap tersangka serta melakukan pengembangan atau pendalaman.
“Selanjutnya, juga penggeledahan tersangka dan rumah tersangka,” kata Ramadhan(*/dtc/kompas.com)

Foto : ist./dok. Divisi Humas Mabes  Polri