Doni Monardo : 110 Daerah Siap Laksanakan “New Normal”

(Berita Terpercaya) – Sejumlah 110 daerah kota/kabupaten dinyatakan siap melaksanakan “new normal”. Daerah tersebut selama ini sama sekali belum ada kasus Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menjelaskan, selain daerah tersebut, ada 110 kota/kabupaten, terdiri dari 87 di wilayah daratan dan 23 di wilayah kepulauan yang juga ditawarkan untuk dibuka.

“Kecuali Papua, yaitu 65 di wilayah daratan dan 22 di wilayah kepulauan. Daerah tersebut nyaris steril dari ancaman Covid-19 meski belum tentu selamanya akan tetap aman,” katanya melalui telekonferens, Rabu (27/5/2020).

Pihaknya telah berkomunikasi dengan para pimpinan daerah, bupati dan walikota, tentang mengapa daerah mereka bisa aman dari Covid-19. Kesimpulannya, pertama, tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat yang tinggi.

Kedua, kerja sama antara tokoh di daerah, baik dari unsur pemerintahan maupun tokoh informal lainnya sampai ke tingkat RT dan RW. Ketiga, sejumlah daerah yang terisolasi sehingga aman dari penyebaran Covid-19, termasuk daeraah yang relatif jarang dikunjungi dari luar.

“Ada daerah zona hijau, yaitu daerah yang meski ada kasus tapi dalam beberapa waktu ini mengalami penurunan. Sesuai standar WHO, kriterianya adalah masalah kesehatan masyarakat yang meliputi epidemologis, surveilans kesehatan masyarakat, dan sistem pelayanan kesehatan,” terangnya.

Selanjutnya, ada 10 indikator dari ketiga kriteria tersebut yang direkomendasikan oleh WHO. Pertama, penurunan jumlah kasus positif dalam waktu dua minggu lebih dari 50%, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP lebih dari 50% dalam dua minggu. Dengan kriteria, masalah kesehatan masarakat yang meliputi epidemologis, survelans kesehatan masyarakat, dan sistem pelayanan kesehatan.

Kemudian, penurunan jumlah meninggal ODP dan PDP, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di rumah sakit, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari ODP dan PDP. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam dua minggu.

Poin rujukan tersebut selanjutnya akan dikonsultasikan dengan Menteri Bappenas, Menteri Perekonomian, sehingga daerah yang diberikan kelonggaran untuk melakukan aktivitas lebih luas juga berdasarkan kesanggupan dari daerah,. sehingga pemerintah pusat memberikan data untuk bisa dibuka tapi keputusan dibuka atau tidak tergantung kesiapan daerah.

Menurut Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, beberapa daerah yang siap melaksanakan new normal, yaitu Aceh, Riau, Maluku, Kalimantan Utara, Jambi, DKI Jakarta (setelah 4 Juni 2020), Jawa Barat (beberapa daerah), dan daerah lain yang akan berkoordinasi dengan BNPB.

“Untuk daerah yang belum terinfeksi akan dipersiapkan fasilitas kesehatan dengan dilakukan simulasi,” ucap Airlangga seraya berharap jangan terjadi secondary wave, apabila sampai terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19 di daerah tersebut maka kegiatan “new normal” dihentikan. (*/dtc)

Foto : dok. BNPB