yerusalem sebagai ibukota israel

Dunia Serempak Menentang Yerusalem sebagai Ibukota Israel

[Berita Terpercaya] Dunia secara serempak bereaksi keras atas Keputusan Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Keputusan tersebut dipandang menyulut konflik dan menuai kecaman dari berbagai penjuru dunia. Tidak ketinggalan pula, langkah Trump tersebut juga tidak didukung oleh para sekutu AS.

Arab Saudi menyebutnya “tidak dapat dibenarkan dan tidak bertanggung jawab”. Langkah tersebut dipandang sebagai pelanggaran terhadap posisi Amerika yang secara historis adalah netral di Yerusalem. Demikian hal itu diungkapkan oleh pengadilan kerajaan Saudi.

Sementara PM Malaysia Najib Razak meminta Muslim di mana-mana untuk “memperjelas bahwa kami sangat menentang” langkah AS.

Presiden RI Jokowi juga turut mengecam dan mengatakan bahwa langkah AS tersebut dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia. Menurut Presiden Jokowi, AS sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dinilai telah melanggar sendiri resolusi dari Dewan Keamanan PBB.

Hamas menyebut langkah Trump telah membuka ‘pintu neraka’ atas campur tangan yang dilakukannya di wilayah Yerusalem. Sementara itu Iran mengutuk dan mengatakan bahwa langkah itu berpotensi memicu tindakan radikal.

Sekutu AS, diwakili oleh PM Inggris Theresa May mengatakan ketidaksetujuannya dengan keputusan AS tersebut. Keputusan itu dinilai tidak membantu sama sekali bagi prospek perdamaian di wilayah itu.

Adapun Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa negara mereka tidak mendukung langkah tersebut. Demikian halnya dengan Diplomat Uni Eropa Federica Mogherini. Ia menyuarakan bahwa ini merupakan “keprihatinan serius”.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa ini adalah “momen kegelisahan besar”. Dewan Keamanan PBB akan membahas masalah tersebut pada hari Jumat setelah delapan dari 15 negara menyerukan sebuah sidang darurat. Sementara¬† Liga Arab akan bertemu pada hari Sabtu.

 

Apa Kata Trump terhadap Reaksi Dunia?

Trump justru mengatakan, “hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah moderen Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung”. Demikian hal itu dituturkannya pada Rabu (06/12) dalam sebuah pidatonya di Gedung Putih.

Menurut Trump, tindakan tersebut sudah tepat dan dilakukan demi kepentingan terbaik Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk menentukan ibukotanya.

AS tetap berkomitmen dalam upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Termasuk masih mendukung solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

Sementara seluruh dunia menentang, PM Israel Benjamin Netanyahu justru memuji hal itu sebagai “hari bersejarah”. Hal tersebut langsung dibalas Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa langkah Trump merupakan langkah yang “menyedihkan” . Dukungan Trump terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel melemahkan upaya perdamaian yang telah berjalan selama ini.


yerusalem sebagai ibukota israel