fase magmatik

Status Awas Terkait Fase Magmatik Gunung Agung

[Berita Terpercaya] Usai memasuki status awas, Gunung Agung memasuki fase magmatik. Fase Magmatik pada Gunung Agung ditandai dengan munculnya sinar merah atau adanya nyala api di atas kawah gunung. Demikian hal tersebut disampaikan pihak PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

Fase magmatik itu sendiri adalah erupsi magma yang menghasilkan produk magma seperti abu dan lava. Kepala PVMBG, Kasbani menuturkan nyala api yang tampak pada di atas kawah gunung juga sudah berkumpul di bibir kawah. Sementara terkait letusan magmatik itu sendiri masih belum bisa dipastikan kapan terjadinya.

Sebelumnya status dari siaga menjadi awas dinaikkan berdasarkan meningkatnya aktivitas Gunung Gunung Agung di Karangasem, Bali tersebut. Sementara dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana erupsi dengan cahaya merah terjadi pada Minggu (26/11).

Letusan yang terjadi pada Minggu tersebut terjadi secara intensif dan membumbung tinggi hingga 3.000 meter dari atas puncak. Disertai pula dengan sinar api dan asap yang berwarna kelabu.

 

Zona Bahaya dan Sejumlah Desa Yang Terdampak

Akibat adanya letusan tersebut, zona bahaya yang semula 6 Р7,5 kilometer diubah menjadi  8 hingga 10 kilometer. Demikian perluasan zona tersebut dilakukan oleh pihak PVMBG.

Berikut di bawah ini merupakan Desa-desa yang masuk dalam zona bahaya antara lain:

  • Desa Ban
  • Dukuh
  • Baturinggit
  • Sukadana
  • Kubu
  • Tulamben
  • Datah
  • Nawakerti
  • Pipid
  • Buanagiri
  • Bebandem
  • Jungutan
  • Duda Utara
  • Amerta Buana
  • Sebudi
  • Besakih
  • Pempatan

Sementara daerah yang terkena dampak abu vulkanik sejak kemarin Minggu jangkauannya sudah mencapai 10 kilometer dari Gunung Agung.


fase magmatik