foto kejadian dan korban teror

Facebook Gencarkan Hapus Foto Kejadian dan Korban Teror Surabaya

[Berita Terpercaya] Beredarnya foto kejadian dan korban teror ledakan bom yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo, dan Riau di Facebook, membuat pihak Facebook gencar memfilternya.

Diketahui Facebook merupakan platform yang paling banyak digunakan untuk penyebaran konten terkait aksi-aksi teror belakangan. Meski tidak dipungkiri masih ada platform lainnya, yakni Instagram.

Terkait hal tersebut, Facebook mengatakan pihaknya tengah melakukan upaya proaktif dalam menangani peredaran foto dan video tersebut.

Namun tidak semua konten terkait aksi teror tersebut dihapus. Menurut Ruben Hattari, Public Policy Lead Facebook Indonesia, konten terkait aksi terorisme diklasifikasikan menjadi dua.

Pertama adalah konten yang berisi gambar korban, termasuk aksi sadis dari pelaku teror. Konten semacam itu pasti akan diturunkan dan tidak akan dapat dimunculkan oleh pengguna. Intinya adalah konten yang mengandung kekerasan atau korban yang akan diturunkan. Demikian hal itu dikatakan Ruben di Jakarta, pada Jumat (18/5).

Klasifikasi yang kedua adalah bagi konten yang disebarluaskan oleh media arus utama. Menurut Ruben, meski konten dari media arus utama dianggap mengerikan namun pihak Facebook tidak lantas menghapusnya.

Terkait konten semacam itu Facebook akan melakukan filter dan akan menandakannya sebagai konten yang dianggap dapat mengganggu. Mereka para pengguna yang masih ingin mengakses video atau foto tersebut, terlebih dahulu akan mendapatkan peringatan terkait isi konten tersebut.

Ruben juga mengungkapkan bahwa konten bermuatan terorisme terkait bom Surabaya tercatat terdapat 472. Namun ia mengatakan bahwa angka itu terus bertambah. Tim internal dari Ruben pun mengatakan bahwa mereka juga sudah mengantongi ribuan konten yang berhubungan dengan aksi-aksi terorisme.

baca: Terkait Proyek Maven, Satu Per Satu Karyawan Google Mengundurkan Diri

Facebook Berharap Pengguna Juga Melaporkan Konten-Konten Negatif

Facebook selanjutnya juga berharap agar para pengguna turut menyampaikan laporan ke pihaknya, terutama terkait konten negatif yang mereka temukan. Pengguna yang akan melapor selanjutnya dapat meminta Facebook untuk segera menurunkannya, terlebih konten-konten yang dinilai menganggu.

Ditambahkan pula oleh Ruben, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aksi terorisme.