Go Pro merumahkan ratusan karyawannya

Rencana Go Pro Merumahkan Ratusan Karyawan Divisi Drone-nya

[Berita Terpercaya] Perusahaan Go Pro dilaporkan akan merumahkan ratusan karyawan divisi drone untuk alasan restrukturisasi bisnis. Jumlah karyawan yang akan dirumahkan berkisar antara 200 hingga 300 orang. Sebelumnya Go Pro juga dikabarkan telah memecat 15% stafnya dan menghilangkan divisi hiburan pada akhir tahun 2016. Selanjutnya pada Maret tahun lalu Go Pro merumahkan ratusan karywannya hingga 17% dari stafnya.

Mereka yang akan dirumahkan pada pekan ini diketahui berasal dari divisi aerial, yang bertanggung jawab atas produk drone Karma. Menurut informasi dari TechCrunch, para karyawan tersebut juga tetap akan mendapatkan pembayaran hingga 16 Februari 2018. Mereka sebelumnya diberitahu dalam sebuah memo bahwa PHK merupakan hasil upaya restrukturisasi.

 

Tidak Jelas Go Pro Merumahkan Ratusan Karyawannya dengan Rencana Kemunculan Kembali Drone Karma

Produk drone Karma diluncurkan pada Oktober 2016. Adanya permasalahan pada konektor baterai menyebabkan sejumlah pesawat tak berawak tersebut berjatuhan dari langit.

Peluncurkan Go Pro juga sebagai salah satu bentuk upaya diversifikasi perusahaan, namun sayangnya tidak seperti yang diharapkan. Sementara perusahaan masih terus berkutat dengan penurunan penjualan dan ketatnya persaingan.

Kuartal ketiga 2017 lalu perusahaan itu dilaporkan baru bisa mengembalikan keuntungan sekitar 15 juta US dollar. Pengembalian tersebut usai menderita kerugian sebesar 104 US dollar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Go Pro sendiri dikabarkan sempat menarik kembali produk Drone Karma untuk melakukan berbagai perbaikan. Selanjutnya Go Pro juga berencana akan meluncurkan kembali drone Karma pada Februari 2018 mendatang.

Masih tidak jelas juga pengaruhnya antara Go Pro merumahkan ratusan karyawannya dengan tindak lanjut perbaikan drone Karma. Sementara untuk dapat kembali bersaing di pasaran, Go Pro harus siap bertarung dengan DJI, produsen drone dari Tiongkok. Sebelumnya diketahui kedua perusahaan tersebut memang pernah membicarakan kolaborasi, namun tidak tercapai kesepakatan.


Go Pro merumahkan ratusan karyawannya