Green Energy Industry Siap Serap 23 Juta Lapangan Kerja

(Berita Terpercaya) – Perkembangan teknologi digital yang berjalan cepat berdampak pada perubahan sektor usaha. Di sisi lain juga mengakibatkan tumbangnya sektor bisnis konvensional. Banyak pengangguran baru sebagai dampak efisiensi tenaga kerja. Namun juga muncul peluang bisnis baru berbasis teknologi digital.
Salah satu sektor yang potensial menyerap lapangan kerja baru adalah green energy industry dengan peluang transisi new job bagi generasi muda. Sedikitnya, akan tersedia sekitar 23 juta lapangan kerja baru dari greenenergy industry.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan hal itu dalam Forum Bisnis Rapimnas 2021 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Nusa Dua, Bali yang berlangsung 3-4 Desember 2021. Rapimnas tersebut membahas sejumlah tema terkait industri terkini.
“Kita harus siapkan dan lihat soal transisi new job. Green energy-green industry ini bisa membuka lapangan 23 juta lapangan baru. Ini sesuai dengan bonus demografi yang akan kita dapati,” ujar Suharso
Persoalannya dan pekerjaan rumahnya, lanjut Suharso, perlu reskilling atau update kemampuan pekerja kita. Teknologi penting tapi kualitas SDM juga penting.
Suharso menambahkan, ekonomi atau industri hijau ini punya peluang ekonomi yang besar.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terkait dana perubahan iklim, pemerintah menggunakan kebijakan insentif bagi perusahaan yang melakukan aksi-aksi perubahan iklim. Saat ini pemerintah tengah mengembangkan pembiayaan inovatif terkait hal ini.
“Risiko dan investasi transisi energi hijau memang besar. Begitu juga dengan proyek-proyek adaptasi perubahan iklim. Private sector pasti akan menghitung, risiko dan benefit-nya. Misalnya, soal eksplorasi dan investasi di bidang geotermal yang besar dan tadi besar risiko. Tapi, pemerintah tentunya akan menggunakan policy insentive,” kata Sri Mulyani.
Sejumlah pejabat tinggi negara yang mempresentasikan gagasannya dalam forum tersebut, antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim mengangkat tema kewirausahaan dan pembangunan kapasitas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait potensi industri kesehatan dan farmasi di Indonesia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait pemberdayaan ekonomi daerah utamanya pedesaan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan tema investasi di daerah, terutama luar Jawa yang mulai meningkat pesat.
Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, Sabtu (4/12/2021) berharap, forum bisnis tersebut bisa menjadi wadah tukar gagasan dan mencari titik temu mengenai problem dan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Harapannya dari forum ini lahir suatu peta jalan yang akan direkomendasikan untuk menerbitkan kebijakan atau langkah strategis untuk pemerintah demi kemajuan dan kebangkitan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (*/dtc)
Foto : istimewa/dok. KADIN