Hoax Surat Suara: Ketakutan, Bagus Membuang HP dan Melarikan Diri ke Sragen

(Berita Terpercaya) – Bagus Bawana Putra, tersangka yang dituduh telah melakukan rekaman suara perihal kabar hoax surat suara dalam tujuh kontainer, sangat ketakutan sehingga membuang handphone miliknya, menghapus segala postingannya di sejumlah akun medsos miliknya dan kemudian melarikan diri.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo mengatakan, “Tersangka yang tinggal di Bekasi kami temukan 7 Januari di Sragen, Jateng. Kemudian kita bawa ke Jakarta dan kita lakukan pemeriksaan dan melaluiscientific investigation dan dibenarkan suara yang beredar otentik suara BBP.” Seperti dilansir dari detik.com.

Bagus dikatakan merekam menggunakan handphone miliknya soal kabar hoax tersebut kemudian memposting di sejumlah medsos miliknya. Begitu berita ini viral dan kemudian KPU dan polisi melakukan pengecekan di lapangan, ternyata hoax. Bagus berusaha menghapus postingannya. Namun rekam jejak digital yang ditinggalkan tetap bisa dilacak.

Rekaman yang dilakukan oleh Bagus adalah sebagai berikut: “Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Di buka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya”.

Polisi telah mencocokkan rekaman suara di atas dan hasilnya, 99% rekaman suara itu identik dengan suara Bagus. “Analisa otomatisasi menggunakan algoritma Gaussian Mixture Model untuk dapatkan sidik suara atau voice print yang kemudian dikomparasi antara sampel suara barang bukti dengan pembanding dengan algoritma Likelihood Ratio,” ujar penyidik Puslabfor Polri Kombes M Nuh di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Pada analisis otomatisasi, berdasarkan lama bicara atauspeech lenght, didapati skor ketajaman analisis atau speaker voice sharpnessadalah 1.0. Artinya, tingkat keyakinan akurasi adalah 99 persen untuk voice printdari masing-masing barang bukti. (*/sdr)

foto: detik.com