imbauan perjalanan

Terkait Bom Surabaya, Beberapa Negara Terbitkan Imbauan Perjalanan

[Berita Terpercaya] Beberapa negara dilaporkan terbitkan imbauan perjalanan (travel advice) bagi warganya yang tengah di Indonesia atau yang hendak ke Indonesia. Imbauan tersebut dilaporkan terbit menyusul rentetan teror bom Surabaya pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) pagi di Surabaya.

Negara-negara tersebut yang menerbitkan imbauan perjalanan tersebut di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura dan Hong Kong.

Amerika Serikat (AS) melalui melalui Kedutaan Besar AS untuk Indonesia diketahui mengeluarkan peringatan keamanan. Peringatan keamanan tersebut ditujukan bagi warganya yang tengah berada di Indonesia, terutama di Surabaya.

Pengumuman kedubes AS pada intinya memperingatkan warganya yang berada di lokasi dan sekitarnya untuk mencari tempat berlindung. Selain itu imbauan tersebut juga dilaporkan CNNIndonesia.com mencakup agar warganya memantau media lokal dan meningkatkan kewaspadaan.

Demikian halnya dengan Australia yang meminta warganya, terutama yang berada di Bali, Surabaya, dan Jakarta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Peringatan tersebut dilaporkan terkait adanya risiko serangan teror susulan selama bulan Ramadhan.

baca: Kericuhan di Mako Brimob, Enam Orang Dinyatakan Tewas

Imbauan Perjalanan Singapura, Terus Berkomunikasi dengan Keluarga di Rumah

Sementara untuk Singapura menyatakan lebih meminta warganya yang berada di Indonesia untuk terus berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Hal itu dimaksudkan demi mengetahui bahwa semuanya dalam keadaan yang aman. Selain itu dari kedutaannya di Jakarta, Singapura juga terus memantau keadaan warganya yang ada di Indonesia, terutama Surabaya.

Tidak jauh berbeda dengan Singapura, Hong Kong juga mengimbau warganya yang akan bepergian dan yang tengah berada di Indonesia. Hongkong meminta agar warganya untuk sementara waktu terlebih dulu menghindari pusat keramaian. Selain itu Hong Kong juga meminta warganya baik yang akan ke Indonesia atau sudah di Indonesia untuk terus memantau dan berhati-hati.