Istilah People Power Diganti GKR, Ini 4 Fakta di Baliknya

(Berita Terpercaya) – Gerakan people power yang digagas oleh Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, sebagai bagian dari rudingan mereka bahwa Pemilu dan Pilpres berlangsung curang secara sistematis, terstruktur dan masif, kini berujung laporan ke polisi. Berikut empat fakta di baliknya.

Pertama, Amien Rais Dilaporkan ke Polisi

Laporan ini diajukan oleh politikus PDI-P, Dewi Tanjung dengan nomor laporan LP/2998/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimum. Empat alat bukti berupa video orasi.  “Orasinya Bapak Amien Rais di depan KPU tanggal 31 Maret waktu demo. Waktu itu saya sempat lihat makanya saya laporkan,” ujar Dewi sembari menambahkan begitu juga dengan video Habib Rizieq. “Bachtiar Nasir saya lihat di YouTube. Dia menyerukan revolusi-revolusi, berkali-kali,” ucap Dewi lagi.

Kedua, Amien Rais Imbau Ganti Istilah Menjadi GKR

Setelah beberapa orang dilaporkan terkait penggunaan istilah people power, Amien Rais mengimbau agar istilah tersebut diganti dengan gerakan kedaulatan rakyat (GKR). “Eggi Sudjana ditangkap polisi karena bicara people power. Kita tidak gunakan people power, tapi gerakan kedaulatan rakyat,” ujar Amien. “Siapa yang berhadapan dengan gerakan kedaulatan rakyat, kita gilas bersama,” kata Amien.

Ketiga, Tim Asistensi Hukum Kaji Ujaran Para Tokoh

Terkait ujaran para tokoh yang dianggap ikut memanasi situasi Pilpres, Menko Polhukham membentuk Tim Asistensi Hukum.  Salah satu anggota tim, Romli Atmasasmita. “Tim hukum ini bukan buat untuk tim intervensi agar polisi mengambil langkah-langkah hukum, tapi justru menjaga agar polisi bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku, justru menjaga itu,” kata. Adapun para tokoh yang ujaran sudah menjadi perhatian tim ini antara lain Bachtiar Nasir, Eggi Sudjana, Kivlan Zen, hingga Amien Rais.

Keempat, Amin Ingatkan Wiranto Abuse of Power

Terkait pembentukan Tim Asistensi Hukum Nasional ini, Amien Rais mengatakan, Wiranto telah melakukan penyalahgunaan kewenangannya atau abuse of power. “Dengan kuasanya, dia (Wiranto) akan membidik lawan-lawan politiknya. Di muka bumi ini orang ngomong ditangkap itu enggak ada. Wiranto, hati-hati Anda,” kata Amien. (*/sdr)

foto: liputan6.com