Jalur Kereta Api Jogja – Semarang Akan Dibuka Kembali

(Berita Terpercaya) –  Ada kabar gembira bagi masyarakat yang kerap mengunakan rute perjalanan Jogjakarta – Semarang atau sebaliknya. Di tengah kondisi jalan yang sering menyebabkan kemacetan parah berkepanjangan, Pemerintah mulai merencanakan untuk membuka kembali jalur kereta api (KA) antara kedua kota ini.

Tujuan untuk menghidupkan kembali koneksi jalur KA kedua kota yang kini sudah mencapai tahap penentuan rute adalah untuk mendukung pariwisata, angkutan penumpang, hingga angkutan barang.

“Angkutan wisata jelas karena ada Candi Borobudur. Selain itu, penumpang bisa lebih efektif bepergian dari Semarang ke Jogja atau sebaliknya. Untuk angkutan barang nanti disambungkan jalurnya ke pelabuhan, sehingga akan lebih efisien lagi,” ungkap Kepala Bidang Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro, Selasa (4/12/2018) di Magelang, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu menurut Kepala Subdit Penataan dan Jaringan Ditjen Perkeretaapian Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub RI, Rudi Damani, total ruas yang akan dibangun sepanjang 121 kilometer dengan rincian 78 km akan merupakan jalur baru sedangkan 43 km memanfaatkan jalur yang saat ini sudah ada.

Sedangkan rute yang akan dilewati meliputi Kabupaten Grobogan, Semarang, Temanggung, Magelang, Kota Magelang, dan lanjut ke Yogyakarta. Jalur terpanjang ada di Kabupaten Semarang mencapai 47 km, sedangkan terpendek di Kota Magelang sepanjang 1,5 km. “Untuk jalur di Ambarawa ke Yogyakarta relatif baru semua karena yang lama di tengah kota, sudah jadi jalan, rumah, dan lainnya, sehingga tidak mungkin,” kata Rudi Damani.

Jalur yang dibangun, menurut Rudi, double track untuk memenuhi kebutuhan kapasitas yang lebihh banyak. Hal ini mengingat potensi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang Kawasan Candi Borobudur, akan terus meningkat pesat. “Tapi pembangunannya bertahap dulu, single track dulu, setelah itu kira-kira tahun 2030-2034 baru double track,” imbuh Rudi sambil menambahkan tahap prakonstruksi akan dimulai tahun 2019 sampai tahun 2022. Selanjutnya tahap pertama tahun 2023-2027, tahap kedua tahun 2028-2032, dan tahap ketiga 2033-2037 dengan total anggaran anggaran 10,7 Triliun. (*/sdr)

 

foto: keretaapikita.com