jumlah pengungsi rohingnya

Krisis Rohingya, Sebuah Mimpi Buruk Kemanusiaan

[Berita Terpercaya] Meningkatnya jumlah pengungsi Rohingya hingga melampaui 500 ribu orang, merupakan mimpi buruk kemanusiaan terparah akhir-akhir ini. Yang mengherankan DK PBB justru baru saja menggelar rapat terbuka pada 28/9 waktu setempat atas krisis yang terjadi di Myanmar tersebut.

Dikemukakan oleh Antonio Guterres, Sekjen PBB kepada Dewan bahwa gelombang kekerasan di Myanmar tersebut telah menjadi mimpi buruk kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Pemberantasan Etnis berupa pembunuhan besar-besaran telah menyebabkan terjadinya eksodus tercepat dalam sejarah krisis kemanusiaan dan gelombang pengungsi yang terus bertambah ke daerah-daerah di luar Myanmar.

Duka Rohingya

jumlah pengungsi rohingnya

foto: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

Etnis Rohingya memang tidak memiliki status kewarganegaraan karena mereka merupakan etnis yang mendapat perlakuan persekusi terparah. Betapapun demikian, pemerintah Myanmar masih saja menampik berbagai tudingan terkait masalah tersebut. Mereka selalu mengklaim bahwa itu bukanlah pembersihan etnis atau genosida melainkan hanya aksi melawan terorisme.

Krisis Rohingya sejak memuncaknya pada akhir Agustus lalu diperkirakan telah menewaskan 1000 orang. Adalah ARSA (Kelompok bersenjata Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan) yang selama ini selalu dituding pemerintah Myanmar sebagai penyebab pembunuhan massal di Rakhine. Serangan ARSA terhadap sejumlah pos-pos polisi pada 25 Agustus lalu di Rakhine juga merupakan alasan militer Myanmar melakukan pembersihan di wilayah Rakhine.

Duka para pengungsi Rohingya masih ditambah lagi dengan tenggelam kapal yang mereka tumpangi di perairan lepas pantai Bangladesh. Lebih dari 50 pengungsi hilang dalam kejadian tersebut. Sejauh ini, 19 orang telah dipastikan tewas dalam insiden tersebut.