Kasus Djoko Tjandra Jadi Momentum Perkuat Sistem Cegah Buronan

(Berita Terpercaya) – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengharapkan Polri menjadikan penangkapan buronan Djoko Tjandra sebagai momentum untuk penangkapan buronan lainnya. Polri bisa menjadi pelopor untuk memulai penangkapan para buronan.

Menurut Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan, Jumat (31/7/2020),  ketercukupan informasi dan yurisdiksi masih menjadi kendala Polri menangkap para buronan. Karena itu, penangkapan Djoko Tjandra perlu diapresiasi.

“Ini momentum yang baik untuk memperkuat sistem dalam mencegah orang menjadi buron interpol. Memang diperlukan keterpaduan sistem dalam hal terkait upaya cekal yang melibatkan banyak instansi. Polri dapat menjadi pelopor dalam membuat sistem tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia. Buron negara sejak Juni 2009 itu diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (30/7/2020) malam.

Penangkapan Djoko Tjandra buah kerja sama Polri dengan Polis Diraja Malaysia (PDM). Otoritas negeri jiran memberi informasi posisi Djoko pada Kamis (30/7/2020) siang. Operasi penangkapan Djoko Tjandra dikenal sebagai operasi senyap dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Komjen Listyo mengatakan penangkapan buron Djoko Tjandra Kamis yang lalu menjadi bukti pihaknya serius dalam menuntaskan perkara tersebut. Dia juga memastikan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Djoko Tjandra akan dilakukan dengan transparan dan objektif.

“Tentunya ini juga menjawab pertanyaan publik tentang apa yang terjadi selama ini. Dan, ini adalah komitmen dari kami kepolisian untuk bisa melanjutkan proses hukumnya. Terkait penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa yang terjadi tentunya kami tetap akan transparan, objektif untuk menjaga marwah dan institusi Polri,” tegas Komjen Listyo. (*/dtc)

Foto : kompolnas.go.id