kereta bandara

Kereta Bandara, Upaya Kurangi Macet di Jakarta

[Berita Terpercaya] Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang usai diresmikan Presiden Jokowi pada Selasa (02/01) merupakan harapan baru mengurangi kemacetan di Jakarta. Masyarakat ke depannya diharapkan tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi untuk ke Bandara Soekarno-Hatta.

Harga tiket yang pada masa uji cobanya masih 30 ribu rupiah tersebut, saat ini sudah berubah menjadi 70 ribu rupiah. Tarif 70 ribu rupiah tersebut sebetulnya juga masih harga promo, karena  masih diberlakukan untuk sosialisasi terlebih dulu. Selanjutnya mungkin akan dipertimbangkan mengenai tarif komersialnya yang mencapai 100 ribu rupiah. Demikian hal itu disampaikan Humas PT Railink, Diah Suryandari kepada BBC.

Penumpang kereta sementara ini baru dilayani dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Soekarno-Hatta. Kereta bandara ini ke depannya juga akan melayani rute dari Stasiun Manggarai dan dari Stasiun Duri.

Kereta bandara yang dikelola oleh PT Railink ini dapat melaju hingga 80 kilometer/jam. Diharapkan dengan menggunakan kereta ini, para penumpang dapat sampai ke bandara dengan waktu kurang dari 1 jam. Keberangkatan pertamanya dimulai pada pukul 03:51 dan terakhir pada 21:51.

 

Tarif dan Waktu Tempuh Kereta Bandara Belum Sesuai Harapan

Namun memang pada kenyataannya kereta ini masih belum bisa mencapai bandara dalam waktu kurang dari 1 jam. Seperti diungkapkan oleh penumpang bernama Rosa kepada BBC, ia menyangka bakal lebih cepat, namun ternyata sedikit lebih lama. Terkait waktu tempuhnya, menurut Rosa kereta bandara tidak sesuai ekspektasinya. Hal ini ternyata diketahui karena kereta bandara memang berhenti beberapa menit untuk berbagi terlebih rel dulu dengan KRL.

Terkait hal tersebut dimungkinkan masyarakat juga akan berpikir dua kali untuk memakai kereta bandara. Terlebih jika waktunya untuk ke bandara tidak terlalu mendesak. Mengingat harga tiket kereta yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan angkutan bus Damri bandara.