kericuhan di mako brimob

Kericuhan di Mako Brimob, Enam Orang Dinyatakan Tewas

[Berita Terpercaya] Enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden kericuhan di Mako Brimob, Depok, pada Selasa (8/5). Demikian hal itu dikonfirmasi kepolisian sebagaimana informasi ini dilansir dari CNNIndonesia.com.

DIkonfirmasi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri M Iqbal, lima orang yang meninggal adalah aparat kepolisian. Satu orang lainnya yang meninggal adalah tahanan yang melawan petugas.

Iqbal mengatakan kelima korban meninggal dari keepolisian sudah berada di RS Kramat Jati. Satu tahanan meninggal karena melakukan perlawanan kepada petugas dan mengambil senjata petugas.
Ditambahkan pula oleh Iqbal, satu orang dari kepolisian hingga kini masih di bawah penyanderaan para tahanan yang melawan. Namun demikian identitas orang-orang yang meninggal sejauh informasi ini diturunkan masih belum diketahui.

Diketahui pula bahwa saat ini kepolisian masih bernegosiasi dan telah dapat mengendalikan keadaan. Pihak kepolisian dikabarkan telah memblokir tahanan yang melawan tersebut sehingga tidak melebar keluar.

baca: Satu Tersangka Tewas Bunuh Diri dalam Penembakan di Markas Besar Youtube

Kronologi Kericuhan di Mako Brimob

Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob diketahui berawal dari kesalahpahaman antara tahanan dengan aparat kepolisian. Kesalahpahaman tersebut terkait dengan kiriman makanan dan dimulai sejak selepas Maghrib pada Selasa (8/5).

Terjadinya kerusuhan dimulai saat seorang narapidanan yang menanyakan kiriman makanan tersebut tidak terima. Ia lalu mengajak rekan-rekan narapidana lainnya hingga terjadilah kerusuhan di Mako Brimob.

Para narapidana tersebut juga diketahui telah membobol pintu dan dinding sel dan situasi saat itupun dilaporkan menjadi tidak terkendali. Mereka lalu menyebar keluar sel dan menuju ke ruangan penyidik serta melakukan pemukulan terhadap beberapa anggota. Saat itu diketahui anggota tersebut sedang memeriksa tersangka baru.

Sebelumnya, kerusuhan juga pernah terjadi di rumah tahanan Mako Brimob yang melibatkan narapidana terorisme pada 10 November 2017.