Kerja Senyap Odi tentang Dunia Teater Ayahnya di Bogor

(Berita Terpercaya) – Menjadi seorang arsiparis membutuhkan energi khusus dan juga militansi tinggi. Seorang arsiparis dituntut bekerja dengan disiplin, tekun, dan teliti. Karenanya, tidak setiap orang mampu konsisten berprofesi sebagai arsiparis.
Odi Shalahuddin salah seorang arsiparis yang tekun, teliti, dan gigih serta konsisten pada kerja kreatif sebagai arsiparis. Masuk- keluar perpustakaan dan kantor arsip sudah biasa dilakukannya. Bisa dibayangkan, terhitung sejak 1988, setiap saat ia berurusan dengan dokumen, foto, berita di media cetak yang dikliping dan dibendel di rak-rak dan katalog perpustakaan. Odi pun bekerja dalam suasana senyap, jauh dari hiruk pikuk orang yang sibuk di luar ruang arsip dan dokumen.
Meski demikian, kerja senyap Odi pun membuahkan hasil. Salah satu karya monumental aktivis LSM SAMIN Yogyakarta  ini adalah terbitnya buku Umar Machdam : Dramawan Bogor (Yayasan SAMIN, 2021) yang mengisahkan kerja kreatif mendiang ayahnya di era 1960 hingga 1980-an dalam dunia teater modern Indonesia di Bogor dan Jakarta serta sejumlah kota lain melalui pentas kelilingnya.
“Saya sebenarnya pernah punya dua bendel dokumentasi berita tentang ayah di teater. Tapi, kemudian hilang kebanjiran. Lalu, sekian puluh tahun kemudian, anak saya tanya tentang kakeknya. Nah, dari berkas dokumen yang hilang dan pertanyaan anak saya itulah yang mendorong saya melacak berita-berita seputar kegiatan ayah saya di dunia teater, khususnya di Bogor,” terang Odi dalam forum Bincang-bincang Buku yang dihelat pegiat literasi yang mendirikan Kampung Literasi Pakem (Kalipa), Selasa (14/9/2021) sore melalui zoom meeting.
Forum yang dipandu R Toto Sugiharto itu juga menghadirkan narasumber aktor dan pekerja teater rakyat, Eko Winardi. Sebelumnya, penyair Syam Chandra Manthiek tampil membacakan dua puisi karya Umar Machdam, “Hukum” dan “Flash Gordon 2” melalui kanal youtube Pawarta Jawa TV. Sejumlah tokoh teater, arsiparis, dan pegiat literasi dari sejumlah kota juga turut berpartisipasi. Termasuk Sri Mukartini, isteri mendiang Umar Machdam turut hadir dalam forum diskusi secara virtual itu. Sri Mukartini juga aktris teater dan ikut mengelola Studi Teater Bogor bersama suaminya.
Dari ketekunan dan kegigihan Odi melacak jejak kreatif mendiang ayahnya dan juga dengan menjalin komunikasi dan interaksi dengan sejumlah kawan bermain drama di atas panggung dan melalui layar kaca televisi bersama Umar, Odi pun berhasil menerbitkan buku bergenre biografi atau memoar setebal 382 halaman.
Eko Winardi mengapresiasi kerja kreatif Odi sebagai arsiparis dan penulis yang berhasil menghadirkan Umar Machdam dari keberadaannya sebagai bukan siapa-siapa menjadi sosok yang memiliki peran dan ketokohan, yang disusun kembali oleh Odi dengan peran mendiang Umar dalam dunia teater modern di Bogor.
“Saya membedah buku ini lewat sosok penyuntingnya, yaitu Odi Shalahuddin. Buku ini yang membaiat Odi sebagai arsiparis yang telaten dan tekun. Odi juga berhasil menulis dan menerbitkan buku yang enteng berisi. Artinya, meskipun penyampaiannya ringan tapi isinya berkualitas,” urai Eko yang sudah malang melintang berakting di panggung baik di Yogyakarta maupun kota lainnya.
Sri Mukartini juga turut menyampaikan kesan-kesannya selama hidup bersama mendiang suaminya. Namun, ia tidak mampu melanjutkan komentarnya lantaran tidak kuat menahan keharuannya. Ia berharap semua yang pernah dilakukan Umar Machdam dalam dunia seni pertunjukan modern serta anak sulungnya, Odi Shalahuddin mampu menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif memajukan dunia seni peran di masa mendatang.
Sahabat mendiang Umar Machdam, seperti Bambang Eko Priyono dan Susilo Adinegoro pun turut menyampaikan kesan-kesan mereka terhadap eksistensi dan peran Umar Machdam bersama Studi Teater Bogor. (sar)
Foto : screenshot zoom meeting Kalipa (dok./ist)