Komnas Perempuan : Selebritis Korban Prostitusi Artis, Ini Alasannya

(Berita Terpercaya) – Sejumlah selebritis perempuan yang terjerat kasus prostitusi artis adalah korban, bukan pelaku. Selebriti tersebut menjadi korban perdagangan orang.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendorong pemerintah menyosialisasikan bahaya perdagangan orang.

“Dalam hal ini, artis adalah pihak yang terjebak dalam bisnis jahat itu,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang, menanggapi maraknya kasus prostitusi artis, Minggu (2/8/2020).

Menurut Veryanto, artis yang terlibat dalam prostitusi merupakan bagian dari korban kekerasan seksual. SaIah satu faktor penyebabnya keterbatasan ekonomi.

Veryanto menambahkan, pihak yang diuntungkan dalam sindikasi prostitusi artis adalah muncikari dan pemesan/konsumen/pengguna. Sehinga, seharusnya mereka yang dijerat pidana.

“Pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan orang, termasuk pengguna prostitusi artis seharusnya dijerat dengan menggunakan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” kata Veryanto.

Dalam catatan Komnas Perempuan, ada 104 kasus kejahatan berbasis siber. Pada 2018 angkanya naik menjadi 407 kasus. Kejahatan berbasis siber meliputi kekerasan seksual, prostitusi termasuk di dalamnya.

Sebaliknya, pakar hukum pidana Profesor Hibnu Nugroho juga mengkritisi posisi seleb sebagai korban dalam kasus prostitusi artis. Soalnya, seleb tersebut sudah dewasa sehingga sadar atas apa yang terjadi, yakni prostitusi atau perdagangan orang.

“Jangan seolah-olah artis ini adalah korban,” kata Hibnu.

Sejumlah selebritis yang mengalami isu prostitusi artis, antara lain Amel Alvi, Anggita Sari, Nikita Mirzani, Hesti Klepek Klepek, Vanessa Angel, Hana Hanifah, hingga Vernita Syabilla.

Semua selebritis yang pernah berurusan dengan kasus prostitusi artis berakhir bebas, kecuali Vanessa Angel. Namun, Vanessa juga tidak dijerat dengan pidana prostitusi karena memang tidak ada pasal prostitusi.

Vanessa kena pidana dari pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Rata-rata, pemesan prostitusi artis juga tidak terjerat pidana. (*/dtc)

Foto : antaranews.com