Kongres APTIK Ingin Wujudkan Pengembangan Pendidikan Katolik

(Berita  Terpercaya) – Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyelenggarakan Kongres APTIK XXXVI tahun 2019 pada tanggal 8-9 Maret 2019. Pembukaan Kongres dilaksanakan pada Jumat, 08 Maret 2019 di Ballroom Hotel Harper Mangkubumi Yogyakarta. Kongres ini diikuti oleh 20 yayasan katolik yang terdiri dari 19 yayasan anggota APTIK dan 1 undangan.

Jumlah peserta dalam kongres ini sebanyak 58 orang yang terdiri dari pimpinan yayasan, pimpinan perguruan tinggi, pengurus APTIK, narasumber dan tamu undangan. Tuan rumah dalam kongres ini dari Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta yang menaungi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Acara ini juga didukung oleh Hotel Harper Mangkubumi Yogyakarta, Martha Tilaar Group, CIMB Niaga, Grab, Tugu Jogja dll.

Acara dibuka dengan Laporan Ketua Panitia Pelaksana Kongres APTIK, H. Andre Purwanugraha, SE., MBA. Dalam sambutannya Andre mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan semangat yang luar biasa dari Romo/Suster Bapak/Ibu, serta kepercayaan yang diberikan oleh APTIK dan Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta sebagai tuan rumah.

“Saya berharap apa yang akan didiskusikan dapat menjadi perwujudan pengembangan bagi pendidikan Katolik kita di Indonesia,” ujar Andre.

Selanjutnya Sekretaris Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta, Dr-Ing. Ir. Andreas Triwiyono memberikan sambutan mewakili Ketua Yayasan Slamet Rijadi, Prof. Ir. Yohanes Andi Trisyono, M.Sc. Dalam kesempatan tersebut Andreas meminta waktu sedikit untuk memperkenalkan rektor terpilih yaitu Bapak Prof. Yoyong Arfiadi, Ir., M.Eng., Ph.D. yang akan mulai bertugas pada Bulan April 2019. Perkenalan Rektor Terpilih UAJY Periode 2019-2023 dipandu oleh Rektor saat ini, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pengurus APTIK, Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, SJ sekaligus menandai dibukanya Kongres APTIK. Dalam sambutannya Romo Wiryono menyatakan bahwa kongres ini juga melanjutkan tema dari Hari Studi APTIK 2018 yang berlangsung di Pontianak dengan tema “Peran APTIK untuk Mengukuhkan Kebangsaan dalam Kebhinekaan”.

“Tema ini menuntut kemampuan kita untuk mengukuhkan kedalaman kehidupan kedalaman bangsa kita. Dalam kaitannya dengan akademik, wilayah yang paling menantang adalah kedalaman bidang penelitian,” ungkap Romo Wiryono.

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib kongres, pemeriksaan surat mandat, pengesahan notula kongres APTIK XXXV tahun 2018, pengesahan acara dan agenda Kongres APTIK XXXVI, laporan kerja Pengurus APTIK tahun 2018 oleh Ketua APTIK. Acara ini berlangsung selama 3 hari dengan agenda utama Rapat Pengurus APTIK, Kongres APTIK dan Pembelajaran Tata Kelola utk para Yayasan Anggota APTIK. (*/sdr)