Ledakan Petasan di Malam Lebaran Renggut Enam Korban Jiwa

(Berita Terpercaya) – Suasana lebaran Idulfitri 1442 H yang penuh suka cita juga diwarnai nuansa duka cita. Pada malam takbiran, Rabu (12/5/2021) malam terjadi insiden maut di tengah suasana merayakan malam lebaran. Sebanyak enam orang tewas akibat ledakan petasan di tiga kota, Kediri, Kudus, dan Kebumen.

Ledakan petasan di Kebumen mengakibatkan empat jiwa melayang serta empat orang lainnya luka bakar. Sedangkan dua korban jiwa lainnya terjadi di Kudus dan Kediri.

Korban tewas di Kudus berinisial TM (20) sedangkan di Kebumen bernama Muhammad Taufik Hidayat (25), Rizky Efendi (21), Rio Dwi Pangestu (22), dan Sugiyanto (23). Satu korban jiwa di Wates, Kediri bermana Muhammad Nadif. Korban Nadif meninggal dunia dalam kondisi tubuhnya terbelah menjadi dua.

Insiden ledakan petasan di Kebumen, Jawa Tengah terjadi di Ngabean, Mirit. Tidak hanya memakan korban jiwa empat orang, insiden tersebut juga mengakibatkan sebuah rumah beserta isinya hancur.

Upaya pencegahan dari akibat insiden petasan meledak dilakukan aparat polisi, antara lain menangkap penjual serbuk mesiu untuk pembuatan petasan berinisial AM di kediamannya di Sukolilo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (13/5/2021). Diketahui, AM pernah bekerja di tambang daerah Sukolilo, Pati. Dia mendapatkan bahan untuk membuat peledak dan meracik sendiri. AM menjual bahan peledak untuk petasan sejak dua tahun lalu.

Sementara itu, untuk insiden di Kebumen juga masih dalam penyelidikan polisi gabungan Polres Kebumen dan Polda Jawa Tengah. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Jumat (14/5/2021), mengungkap fakta terbaru dari hasil penyelidikan jajarannya, bahan petasan maut tersebut dibeli melalui online.

“Untuk sementara ini kita kembangkan (bahan petasan) dari Pati. Jadi, dari Pati sana bahan itu diorder lewat online,” paparnya. (*/dtc)

Foto :  detikcom