Lima Fakta Perjalanan Politik Mandala, Dari Pasar Berakhir di LP

(Berita Terpercaya) –  Perjalanan karir politik artis sekaligus pesenter Mandala Abdi Shoji berakhir tragis. Maksud hati hendak melangkah ke Senayan sebagai caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), malah terperangkap kasus hukum dan harus mendekam dalam penjara, LP Salemba, sejak Jumat (8/2/2019).

Kasus ini menjadi ramai dipergunjing pers dan warganet selain karena sosok keartisan Mandala juga dikarenakan setelah dijatuhi vonis hukuman penjara, Mandala Shoji menghilang. Bagaimana, kronologi kasus ini. Berikut ini Lima Fakta:

Pertama, Berawal dari Pasar Gembrong

Jumat, 19 Oktober 2018, Mandala dan Caleg DPRD DKI dari PAN, Lucky Andriani, mengadakan acara tatap muka dengan warga di  Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat. Dalam acara itu tim sukses yang mendampingi keduanya, membagi kupon umroh bergambar Mandala dan Lucky. Dua warga yang beruntung mendapat hadiah umroh itu Novi Wulandari dan Devi Marlina.

Dalam persidangan Mandala mengatakan tidak melakukan tindakan yang dituntut Jaksa. ‘Saksi persidangan menyebutkan saya tidak membagikan kupon umroh,” kata Mandala.

Kedua, Divonis Penjara 3 Bulan karena Melanggar Asas Luber

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018), Mandala dijatuhi vonis hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan. “Telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pemilu, dengan sengaja menjanjikan materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta pemilu secara langsung atau tidak secara langsung,” ucap Hakim Ketua Desbenneri Sinaga.

Pasal yang dilanggara oleh Mandala adalah melakukan tindak pidana pemilihan umum sesuai Pasal 523 ayat 1 juncto Pasal 280 ayat 1 huruf juncto UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ketiga, Banding Ditolak, Mandala Menghilang

Atas vonis ini Mandala menyatakan keberatan. Kamis (20/12/2018) Mandala naik banding. Namun, upaya banding Mandala ditolak pada 31 Desember 2018. Kemudian, Mandala dinyatakan tidak diketahui keberadaannya oleh Kejari Jakarta Pusat yang hendak melakukan eksekusi. Pencarian yang dilakukan tak kunjung berbuah hasil. Menurut pihak kejaksaan saat dicari ke rumah tidak juga ditemukan. Telepon Mandala juga tidak lagi aktif.

Keempat, Mandala Dicoret dari Daftar Caleg

Atas hukuman yang dijatuhkan kepadanya, KPU memastikan Mandala Shoji tak lagi memenuhi syarat sebagai caleg dan akan dicoret dari kartu suara. Ada dua mekanisme yang akan dilakukan, kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Pertama jika surat suara untuk Dapil Mandala belum dicetak, maka nama Mandala akan langsung dicoret. Tetapi, kedua, jika sudah terlanjur dicetak, maka berdasarkan Surat Edaran KPU Nomor 31 Tahun 2019 telah diatur pencalonan caleg yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pasca-penetapan Daftar Calon Tetap (DCT). TMS jika terbukti melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Mekanismenya berupa pengumuman di TPS.

Kelima, Akhirnya Menyerahkan Diri

Setelah menghilang beberapa waktu, Jumat (8/2/2019) Mandala Shoji akhirnya menyerahkan diri dan kini telah berada di LP Pondok Bambu.  (*/sdr)

 

foto: detik.com