Mahfud Md: WNI Eks ISIS Berbahaya Kalau Dipulangkan

(Berita Terpercaya) – Warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang telah memutuskan berjuang bersama kelompok radikal ISIS akan membawa bahaya jika dipulangkan. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menolak memulangkan (WNI) eks ISIS yang ada di Suriah.

Mahfud Md menolak istilah pemulangan WNI eks ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). Ia menduga kemunculan isu pemulangan ISIS sebagai usaha pengalihan isu di balik pro-kontra saat ini. Dia tidak sepakat dengan istilah ‘pemulangan’, karena tidak ada keputusan untuk ‘memulangkan’ sejauh ini.

“Pemberitaan tentang pemulangan eks ISIS ini bagian dari pengalihan isu. Karena, sejak bulan lalu tanggal 17 pemerintah sudah mengumumkan dan Anda semua muat bahwa eks ISIS, anggota WNI yang eks ISIS itu sekarang sedang dibicarakan, tidak ada wacana untuk memulangkan,” kata Mahfud Md kepada wartawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2/2020).

Menurut Mahfud, pembahasan terkait WNI yang telah bergabung dengan kelompok militan ISIS ialah menentukan secara resmi nasib mereka. Mahfud menuturkan tak ada bahasan soal keputusan memulangkan para FTF (Foreign Terrorist Fighter) itu.

Sementara itu, sekitar 100 orang dari Forum Selamatkan NKRI DIY menggelar aksi bertajuk Dari Jogja Menolak Kembalinya Kombatan ISIS. Mereka menuntut pencopotan Fahrul Razi dari jabatannya sebagai Menteri Agama. Massa menuntut pencabutan kewarganegaraan kombatan ISIS serta mendukung pemerintah untuk penguatan NKRI, Pancasila, dan Kebinekaan.

Seruan mereka disampaikan di depan tiga anggota DPRD DIY, Jumat (7/2/2020) siang. Di depan ketiga angota DPRD DIY, masing-masing Retno (Fraksi PDIP), Steven (Fraksi PSI), dan seorang dari Partai Gerindra.

Delapan orang yang mewakili ormas masing-masing menyampaikan pendapat yang ditanggapi dewan. Kedua pihak, massa dan anggota DPRD DIY sependapat bahwa kombatan teroris yang bergabung dalam ISIS telah dengan sengaja dan sadar meninggalkan Indonesia dan menanggalkan status kewarganegaraan Republik Indonesia untuk kemudian pergi ke Suriah menjemput ilusi mereka tentang negara khilafah. Karena itu, kepulangan bekas WNI yang membela ISIS di Suriah itu harus ditolak.

Massa yang dikoordinasi oleh Nana Je Justina itu  kemudian menuju Kantor Pos Besar di Titik Nol Kilometer. Mereka mengirimkan surat berisi Surat Pernyataan Sikap dari Forum Selamatkan NKRI – DIY kepada Presiden Joko Widodo.

Pengiriman surat tersebut adalah bukti kongkret bahwa forum tersebut sangat serius memberikan penolakan atas rencana kepulangan eks WNI yang menyeberang membela ISIS. Ini juga sekaligus sebuah pesan simbolik bahwa masyarakat Yogyakarta mendukung Presiden Jokowi untuk serius mengikis gerakan ideologis yang ingin mengganti ideologi Pancasila sebagai landasan dasar negara Indonesia. (*/dtc/sar)

Foto : Antara