nelayan di balikpapan merugi

Nelayan di Balikpapan Merugi Akibat Tumpahan Minyak

[Berita Terpercaya] Mayoritas nelayan di Balikpapan merugi dan banyak yang menganggur akibat tumpahan minyak dari pipa milik PT Pertaminan (Persero). Selain itu mereka juga dilaporkan BBC Indonesia belum dijanjikan apapun terkait ganti rugi.

Menurutt Mappaselle, pegiat di Pokja Pesisir dan Nelayan Balikpapan, hanya segelintir rekannya yang dilaporkan masih melaut usai kejadian bocornya pipa. Rata-rata per harinya mereka bisa kehilangan antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per harinya karena tidak melaut dan banyak ikan yang mati di Teluk Balikpapan.

Merujuk data swadaya yang ada dari Pokja Pesisir, para nelayan di Balikpapan merugi secara material dan secara finansial. Alat tangkap mereka dilaporkan turut terkena tumpahan minyak.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa pelaku pencemaran Teluk Balikpapan harus mengganti kerugian para nelayan. Susu mengatakan bahwa saat ini masih mendata jumlah nelayan dan peternak kepiting yang terdampak dari tumpahan minyak Pertamina.

Dilaporkan pula oleh BBC Indonesia bahwa hingga saat ini tentang program pemulihan mangrove yang tercemar minyak juga belum ada. Sementara untuk pemulihan itu sendiri menurut Mappaselle, membutuhkan waktu hingga tahunan.

Sebelumnya dilaporkan bahwa ceceran minyak di Teluk Balikpapan terus berkurang. Hal itu dikatakan Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia mendasarkan pernyataannya pada hasil data visual yang ada dan pemantauan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Pihak Pertamina juga dilaporkan telah mengoperasikan 21 kapal dan mengerahkan 200 orang lebih untuk membersihkan minyak yang tumpah.

Namun demikian, menurut Rustam, anggota kelompok pemilik Karamba di Kariangau, Balikpapan, ceceran minyak yang sudah menempel di mangrove sulit dibersihkan dan akan berdampak pada keramba kepitingnya.  Ia bahkan limbah minyak yang menempel di lumpur dan mangrove efeknya bisa bertahun-tahun.

Siapa yang bertanggungjawab atas pencemaran Teluk Balikpapan?

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Ade Yahya, mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyidikan. Sejauh ini, sudah 22 saksi yang diperiksa dari beragam latar belakang.

Satu pekan ke depan pihaknya akan berupaya mengambil barang bukti utama, yakni pipa Pertamina yang bocor. Meskipun diketahui bahwa upaya itu pun merupakan hal yang sulit untuk dikerjakan. Pasalnya pipa yang bocor tersebut berada di kedalaman 22 meter dan tidak semua orang bisa menyelam di dasar laut tersebut.

Terkait hal tersebut, Ade mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan para ahli yang ditunjuk Pertamina untuk memotong pipa yang bocor didasar laut guna melengkapi penyidikan.


sbobet88