Pasar Cebongan Jadi Klaster Baru, 19 Orang Positif Covid-19

(Berita Terpercaya) – Satu klaster baru penularan virus Corona muncul di Pasar Cebongan Mlati, Sleman. Sejumlah 19 orang dinyatakan positif Covid-19 usai bertransaksi di pasar tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo di kantornya, Senin (14/9/2020) mengatakan Pasar Cebongan ditutup sementara hingga tiga hari mulai Selasa (15/9/2020).  .

“Kalau klaster pola penularannya jelas dan sampai generasi tiga. Secara  epidemiologi, Pasar Cebongan sudah masuk klaster,” kata Joko.

Dipaparkan Joko, kasus tersebut bermula dari salah satu penjaga toilet pasar yang terkonfirmasi positif pada Senin (7/9/2020). Yang bersangkutan mengalami gejala batuk pilek. Menyusul sehari kemudian, Selasa (8/9/2020) satu pedagang positif Covid-19.

Selanjutnya, mengantisipasi agar tidak meluas penularannya, Dinkes Sleman melakukan tracing kepada hampir seratus orang. Hasilnya, ada penambahan kasus positif dari hasil tracing dua kasus awal.

“Data hingga Minggu (13/9/2020) sore, total ada 19 orang positif. Tracing sampai saat ini ada 98 orang. Rata-rata yang positif dari keluarga dua orang yang positif di awal itu walaupun ada yang dari pedagang,” papar Joko.

Pihak Dinkes Sleman, lanjut Joko, hingga kini masih melanjutkan tracing pada keluarga masing-masing. Karena, kemungkinan kontak pedagang lain dilakukan tracing untuk pedagang juga.

Saat ini, untuk kontak erat terhadap kasus tersebut diminta karantina mandiri. Sedangkan pasien positif dirawat di rumah sakit. Sebagian besar ditempatkan di Asrama Haji.

Pedagang di Pasar Beringharjo Positif Covid-19

Sementara itu, seorang pedagang sayur di Pasar Beringharjo Yogyakarta terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19. Untuk sementara aktivitas pasar sisi timur diliburkan untuk disinfeksi.

Dalam keterangan tertulisnya, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi  kepada wartawan, Senin (14/9/2020) mengatakan, pedagang itu sebelumnya bergejala Covid-19. Kemudian, yang bersangkutan diminta menjalani tes Corona.

“Bergejala batuk, terus akhir (bulan) Agustus diminta istirahat di rumah. Kemudian (pedagang) rapid test reaktif, dan ikut swab test, hasilnya positif,” ujarnya.

Heroe meminta masyarakat tidak khawatir karena pihaknya sudah melakukan disinfeksi. Pihaknya juga tengah melakukan tracing kontak pedagang tersebut. (*/dtc)

Foto : detikcom