Pelaku Mengaku Penelitian Swinger untuk Pelecehan Seks

(Berita Terpercaya) – Kasus pelecehan seksual dengan modus penelitian perilaku swinger (praktik tukar pasangan) menggegerkan dunia maya. Selama dua hari terakhir, Minggu-Senin (2-3/8/2020) perilaku swinger yang dilakukan pemilik akun Facebook yang mengaku sebagai dosen diungkap sejumlah pemilik akun Facebook yang disasar sebagai targetnya.

Salah satu pemilik akun Facebook mengungkap modus tersebut di status wall-nya melalui grup almamaternya. Spontan postingan status itu mendapatkan respons dari puluhan temannya di grup Facebook tersebut.

Menyusul sehari kemudian, nama Bambang Arianto membuat pengakuan melalui video, bahwa perilaku swinger yang dikatakannya sebagai penelitian hanya kedok untuk melakukan pelecehan seks secara virtual. Selain itu, ia juga mengaku pernah melakukan pelecehan seks secara fisik.

“Saya, Bambang Arianto, ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong. Sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik,” demikian salah satu potongan pengakuannya dalam video yang tersebar luas pada Senin (3/8/2020).

Bambang juga meminta maaf kepada para korban. Selain itu, dia meminta maaf kepada institusi Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) dan UGM karena telah mencatut nama organisasi dan kampus tersebut dalam mencari korban. Sejak melakukan pelecehan seks pada 2014, terdapat sedikitnya 300 orang perempuan menjadi korbannya. Bahkan, ada sejumlah perempuan (mahasiswi) yang dilecehkan secara fisik pada 2004.

“Secara khusus, saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma,” beber Bambang.

Bambang Arianto yang tercatat sebagai alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM (S-1) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM (S-2) serta Universitas Islam Indonesia (S-2), mengklaim sebagai Peneliti Akuntansi Forensik LPPM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Rektor UNU Yogyakarta Purwo Santoso menegaskan Bambang telah melakukan pencatutan. Kenyataannya, Bambang sebatas pengajar tamu dan bukan dosen ataupun karyawan. (*/dtc)

Foto : freepik.com