mantan pegawai twitter

Mantan Pegawai Twitter Akui Salah Meskipun Sudah Sesuai Tugas

[Berita Terpercaya] Sempat dinonaktifkannya akun Twitter milik Presiden Donald Trump memang telah membuat gempar jagad dunia maya dan para netizen. Sementara yang menonaktifkan akun tersebut saat ini sudah diketahui adalah seorang mantan pegawai Twitter itu sendiri.

Mantai pegawai Twitter yang memiliki kebangsaan Jerman dan seorang keturunan Turki tersebut diketahui bernama Bahtiyar Duysak. Ia bekerja untuk divisi keamanan dan kepercayaan di Twitter melalui kontraktor Pro Unlimited. Selain bekerja untuk Twitter, Ia juga bekerja untuk Google dan Youtube melalui kontraktor Vaco di bagian monetisasi.

Duysak diketahui menonaktifkan akun Twitter Donald Trump di hari terakhir ia bekerja. Twitter pun tidak mengenakan sanksi, karena itu memang tidak melanggar aturan perusahaan. Duysak pun juga telah bekerja sesuai fungsinya.

 

Mantan Pegawai Twitter Akui Kaget Saat Melihat Berita

Kesehariannya di Twitter Duysak disibukkan dengan menerima dan menindaklanjuti laporan pengaduan atas kekerasan atau kelakuan buruk yang muncul pada Twitter. Termasuk juga salah satunya adalah untuk menonaktifkan akun seseorang yang dilaporkan.

Sebelum menyelesaikan tugas pada hari terakhirnya bekerja, Duysak diketahui menerima laporan. Seseorang telah mengajukan laporan pengaduan terkait akun yang dimiliki Presiden oleh Amerika Serikat Donald Trump. Atas aduan tersebut, ia lantas memilih untuk menonaktifkan Twitter yang memiliki nama @realdonaldtrump tersebut.

Selang beberapa jam, Duysak pun kaget sendiri saat melihat berita yang ada. Ia tidak menyangka bahwa yang penonaktifan akun tersebut ternyata memiliki dampak besar. Duysak sendiri mengakui bahwa itu sebuah kesalahan meskipun sebetulnya penonaktifan tersebut sudah sesuai tugas.

Sementara pihak Twitter sendiri mengaku bahwa akun Presiden Amerika Serikat @realdonaldtrump terlindungi atau dibebaskan dari sanksi penonaktifan. Alasannya adalah cuitan dari Donald Trump masih “layak untuk diberitakan” dan membuat perhatian publik tetap tinggi.


mantan pegawai twitter