Pemetaan untuk Persiapan Pembelajaran Jarak Jauh di SD

Tahun Ajaran Baru 2020/2021 tetap dimulai hari Senin, 13 Juli 2020 meski pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang mewabah di Negara kita belum berakhir. Sebagian besar sekolah masih harus melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh karena berada pada zona kuning, oranye, dan merah. Hanya sekitar enam persen daerah di Indonesia yang berada pada zona hijau, artinya sekolah yang berada di daerah tersebut boleh mengadakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh pada tahun ajaran 2020/2021 ini hanya melanjutkan kegiatan pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya telah dilakukan. Hasil evaluasi kegiatan pembelajaran sebelumnya hendaknya ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan pada kegiatan pembelajaran berikutnya. Penugasan yang membebani siswa, kurang menarik, menghabiskan kuota, dan ketiadaan sarana perlu dipertimbangkan untuk kesuksesan kegiatan pembelajaran berikutnya. Tantangan baru bagi guru kelas satu yang siswanya masih baru, belum mengenal gurunya atau mungkin belum tahu sekolahnya. Untuk itu, perlu dilaksanakannya Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada tiga hari pertama masuk sekolah secara daring.

Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran, sekolah harus memfasilitasi siswa dari berbagai tingkat kemampuan. Agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik maka perlu dilakukan pemetaan. Pemetaan tentang  kemampuan siswa, kemampuan orang tua, kemampuan guru, dan ketersediaan sarana yang diperlukan. Tentang ketersediaan sarana perlu dipetakan lagi berapa siswa yang orang tuanya memiliki HP/komputer, ada internet,  dan tidak dibawa kerja orang tuanya. Berapa siswa yang orang tuanya memiliki HP/komputer, ada internet, namun dibawa kerja orang tuanya. Berapa siswa yang orang tuanya memiliki HP/komputer namun tidak ada internet dan berapa siswa yang orang tuanya tidak memiliki HP/komputer.

Berdasarkan hasil pemetaan maka dapat dipetakan jumlah siswa yang bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau luring dan bentuk-bentuk penugasan yang akan diberikan kepada siswa sehingga bisa tepat sasaran dan semua siswa bisa terlayani. Pemetaan dapat dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan dengan orang tua/wali siswa sebelum atau pada awal tahun pelajaran baru. Pertemuan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, yaitu: pengukuran suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer, dan memakai masker serta jaga jarak.

Penulis: Purwati Handayani, M.Pd, Kepala Sekolah SD Tegalpanggung Yogyakarta