pengangkatan cpns bidan desa

Pengangkatan CPNS Bidan Desa, Segera Terealisasi

[Berita Terpercaya] Pengangkatan CPNS bidan desa kali ini agaknya sudah mendekati kata terealisasi. Bagi para bidan desa sendiri, mungkin hal itu pula yang selama ini diidam-idamkan.

Realisasi tersebut terkait pengajuan dari 4.253 bidan desa yang selama diketahui masih berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT). Demikian hal itu dikemukakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, sebagaimana dilaporkan cnnindonesia.com pada Jumat (5/3).

Draft keputusan presiden (keppres) menurut Moeldoko sudah final. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menurutnya sudan melakukan penyelesaian draft tersebut. Selanjutnya tinggal menunggu tahapan sinkronisasi di Kementerian Polhukam.

Moeldoko juga mengungkapkan bahwa sudah merupakan tugas dari KSP untuk mendesak para menteri terkait untuk merealisasikannya. Terkait draft keppres tersebut, ia mengatakan pada prinsipnya sudah disetujui.

Dilaporkan pula oleh cnnindonesia.com, bahwa sebelumnya terdapat 47 ribu bidan desa yang masih berstatus PTT. Jumlahnya saat ini sudah berkurang, 37 ribu bidan desa telah mendapat status CPNS dan sisanya masih terkendala di usia yang di atas 35 tahun.

Empat ribu bidan desa yang diajukan Forum Bidan Desa tersebut diharapkan segera terealisasi menjadi CPNS, agar tak lagi dikejar-kejar pungli tiap perpanjangan kontrak. Demikian hal itu diungkapkan Lilik Dian Eka Sari, Ketua Forum Bidan Desa di Jakarta pada Senin (5/3).

baca juga >>> Edukasi Cara Membuatkan Susu untuk Anak di Asmat

Keseriusan Pemerintah dalam Pengangkatan CPNS Bidan Desa

Menurut Moeldoko, pemerintah sangat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para bidan desa. Hal itu disebabkan profesi bidan desa erat kaitannya dengan pekerjaan kemanusiaan. Selanjutnya pemerintah juga serius menerima aspirasi dan menaruh rasa hormat kepada bidan desa di lapangan.

Adapun pengangkatan tersebut menjadi penting mengingat tugas-tugas bidan desa yang bekerja dengan keterbatasan air bersih, listrik dan infrastruktur. Sementara peran mereka dalam mensosialisasikan Kartu Indonesia Sehat selama ini adalah yang terdepan. Demikian Lilik mengemukakan hal itu kepada cnnindonesia.com.