Pengumuman Hasil Pilpres Diharapkan Aman, Presiden Panggil Wiranto dan Agum Gumelar

(Berita Terpercaya) – Walaupun tensi politik menjelang pengumuman Pilpres, 22 Mei mendatang masih diwarnai protes. Namun diyakini situasi akan terkendali. Untuk mengantisipasinya, Presiden Joko Widodo hari ini (Selasa, 14/5/2019) memanggil Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar, ke Istana Kepresidenan.

Harapan itu antara lain disampaikan Agum. “(Membahas) situasi, harapan-harapan, supaya setelah pemilu ini jadi berbeda dalam memilih itu menjadi sesuatu yang wajar,” kata Agum kepada pers setelah pertemuan.

Rakyat diharapkan menghormati putusan KPU sebagaimana hasil Pilpres dari Pemilu yang telah berlangsung secara demokratis. “Tanggal 22 Mei besok, ada pengumuman resmi dari KPU. Setelah 22 Mei besok diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bersatu kembali untuk menghormati apa pun keputusan demokrasi. Itu saja.”

Untuk mengantisipai dan menciptakan situasi tetap kondusif, Kepolisian RI dan TNI akan menyiagakan 30.000 personelnya di DKI. “Untuk 22 Mei dari Polda Metro Jaya sudah mempersiapkan rencana pengamanan secara detil. Jumlah pasukan yang dilibatkan kurang lebih 30.000 TNI-Polri,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Sistem pengamanan gedung KPU, kata Dedi, akan dibuat lapis empat. Ring pertama berada di dalam Gedung KPU, ring berikutnya berada di sekitar gedung. Kemudian, ring ketiga merupakan area parkir, dan ring keempat di jalan raya termasuk patroli. “Pelaksanaan patroli secara dialogis terus akan dilakukan, pemantauan intelijen setiap perkembangan dinamika masyarakat terus dimonitor,” ujar Dedi.

Harapan yang sama juga pernah diutarakan oleh Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.  Setelah KPU sebagai lembaga berwenang mengumumkan hasil Pemilu 2019, semuanya dapat menerima keputusan itu dengan baik. “Mudah-mudahan yang paling akhir nanti, 22 Mei, kita bisa menerima apa pun hasil yang akan dijelaskan oleh KPU,” ujar Agus Harimurti. (*/sdr)