penyitaan kapal pesiar

Penyitaan Kapal Pesiar Mewah di Bali, Dikecam Pemiliknya

[Berita Terpercaya] Penyitaan kapal pesiar mewah di Bali dikecam pemiliknya yang kini buron. Diketahui kapal pesiar bernama Equanimity itu milik pengusaha Malaysia yang bernama Jho Low atau Low Taek Jho. Berdasarkan laporan bbc.com, kapal itu diduga kuat terlibat skandal 1 MDB, terkait kasus pencucian uang yang tengah mencuat di Amerika Serikat.

Penyitaan kapal pesiar tersebut dilaporkan dilakukan Polri yang bekerjasama dengan FBI dan didampingi tim Pengadilan Negeri Denpasar. Namun demikian, penyitaan oleh Polri tersebut dilakukan tidak untuk kasus pencucian uangnya, melainkan untuk pemeriksaan terhadap awak kapal.

Para tersangka juga dilaporkan tidak berada di kapal saat penyitaan, mereka dilaporkan telah ditangkap di AS. Terkait hal tersebut pihak Polri melakukan penyegelan dan mengamankan para awak untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kapal mewah tersebut juga diketahui masuk ke Perairan Indonesia pada bulan November 2017 melalui Thailand.

Dituduh Selewengkan Dana

Sosok Low Taek Jho, diketahui adalah seorang pengusaha yang tengah menjalani proses hukum di Amerika Serikat. Ia belum didakwa, namun Pemerintah Malaysia meminta pihak Interpol untuk melakukan penangkapan terhadapnya.

Dilaporkan juga, asset keseluruhan yang disita oleh penegak hukum Amerika Serikat bernilai sekitar Rp23 triliun. Menurut laporan, Aset tersebut bersumber dari penyelewangan dana 1MDB. Adapun asset-aset milik Low tersebut berupa pesawat jet pribadi, hotel dan rumah mewah yang berada di New York.

Low Taek Jho mengecam karena penyitaan yang dilakukan terhadap asset-aset miliknya tidak memiliki cukup bukti, cacat dan bermotif politik.

Berbagai tuduhan terhadapnya di antaranya adalah pemakaian dana 1MDB untuk membeli lukisan Picasso. Lukisan senilai US$ 3,2 juta itu diinformasikan dihadiahkan kepada aktor Leonardo DiCaprio, actor Hollywood. Selain lukisan, Low juga memberi hadiah kepada model Australia Miranda Kerr perhiasan senilai US$ 9 juta.

Namun, baik DiCaprio maupun Kerr dilaporkan telah mengembalikannya kepada pihak berwenang dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan penyidik. Pihak penegak hukum di AS juga dilaporkan tengah mengusut bentuk pelanggaran pidananya, terkait dengan transaksi 1MDB.

Skandal 1MDB yang menyeret nama PM Razak tersebut diduga juga melibatkan sejumlah pejabat dengan dugaan penyelewengan mencapai US$ 4,5 miliar. PM Razak juga diketahui tegas menampik dugaan tersebut dalam berbagai kesempatan.