pertanyaan tidak relevan

Wanita Terkaya Arini Subianto dan Pertanyaan Tidak Relevan terhadapnya

[Berita Terpercaya] Sosok Arini Subianto sebagai pucuk pimpinan pada suatu kerajaan bisnis raksasa, menjadi kian diperbincangkan. Terlebih usai beberapa waktu lalu, ia diposisikan majalah Forbes sebagai orang terkaya ke-32 di Indonesia, dengan nilai harta hampir Rp 12 triliun.

Usaha yang dipimpinnya dilaporkan bbc.com banyak berkaitan dengan produk-produk pemrosesan kayu, kelapa sawit, pemrosesan karet dan batubara. Posisi pucuknya saat ini sebagai Presiden Direktur Persada Capital Investama, membuat sosok Arini tidak dilewatkan dalam wawancara BBC dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2018.

Statusnya sebagai seorang pebisnis wanita yang sukses, ternyata Arini juga tidak luput dari berbagai pertanyaan yang menurutnya tidak relevan. Baik itu dalam obrolan santai maupun saat sesi wawancara resmi. Selanjutnya BBC juga melaporkan hasil wawancaranya dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2018 terhadap Arini Subianto.

baca juga >>> Kasus Kekerasan terhadap Perempuan, Banyak Yang Berani Lapor

Pertanyaan Tidak Relevan Yang Diterima Arini

Pertanyaan BBC yang pertama kepada Arini adalah mengenai pertanyaan paling tidak relevan yang sering diterima pebisnis wanita. Arini pun menjawab bahwa ia sering menerima pertanyaan terkait bagaimana mengatur waktu antara keluarga dan usahanya serta hal yang terkait single parent. Menurut Arini bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut baginya tidaklah relevan, karena semua orang seperti halnya pria juga dapat mengalami hal yang sama.

Selanjutnya papar Arini, seharusnya pertanyaan tersebut juga berlaku bagi pria dan tidak hanya perempuan. Pertanyaan tidak relevan menurut Arini yang diterimanya di manapun adalah sama saja. Terutama pertanyaan yang berkaitan dengan perempuan, single mom, dan single parent.

Arini juga menjawab pertanyaan-pertanyaan BBC lainnya terkait jalur karirnya apakah akan berbeda jika ia adalah seorang laki-laki. BBC juga menanyakan hal apa yang dibutuhkan untuk mencapai posisi puncak serta apakah perempuan mendukung kepemimpinan perempuan dalam wawancara dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2018.


Ingin Sehat dan Bugar? Yuk cari infonya di sini