Polisi Maafkan Ibu Pembuat Laporan Palsu

(Berita Terpercaya) – Dampak pandemi Covid-19 dirasakan berat bagi Retnowati (24). pasalnya, suaminya di-PHK dari tempat kerja. Sedangkan kebutuhan hidup semakin tidak terjangkau. Belum lagi ia selalu dikejar tagihan utang.

Dalam kondisi kalut, Retnowati pun berani berbuat kalap. Ia nekat menggadaikan sepedamotor milik tetangganya. Ia kemudian melapor ke polisi, mengaku menjadi korban perampokan.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Sudjarwoko mengatakan, awalnya Retnowati membuat laporan polisi ke Polsek Kotagede pada Selasa (4/8/2020). Retnowati mengaku menjadi korban perampokan di Jalan Nyi Wiji Adisono, Kelurahan Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta.

“Ternyata setelah mengurutkan kronologis, anggota kami menemukan kejanggalan pada luka yang dialami korban. Setelah itu dilakukan pembuktian dan ternyata laporan yang dia (Retnowati) buat itu palsu,” kata Sudjarwoko di Mapolresta Yogyakarta, Jalan Reksobayan No 1, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Polisi kemudian mendalami pengakuan Retnowati dan dia akhirnya mengakui jika sebenarnya tidak menjadi korban perampokan. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua lembar surat perjanjian jual beli sementara motor matik dan satu lembar surat tanda bukti laporan dari Polsek Kotagede.

“Dari hasil pemeriksaan, dia bohong atau membuat laporan palsu karena ada permasalahan ekonomi yang cukup besar di dalam kehidupan keluarganya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui suami Retnowati kehilangan pekerjaan karena mewabahnya Covid-19. Di sisi lain, Retnowati tidak bekerja dan memiliki kewajiban harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sepedamotor yang dikatakan hilang karena dicuri ternyata digadaikan senilai Rp2.250.000. Uang hasil gadai motor digunakan dia untuk membayar kontrakan rumah, utang, dan cicilan.

“Karena dampak Covid-19, pekerjaan suaminya hilang. Sehingga, dia butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terang Sudjarwoko.

Motor satu-satunya itu kemudian digadaikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, Retnowati menggadaikan motor tanpa sepengetahuan suaminya.

“Dugaan kami karena kondisinya sudah kepepet tidak ada lagi tempat mencari uang. Sehingga, dia buat laporan polisi supaya tagihan cicilan tidak dibebankan kepada yang bersangkutan,” katanya.

Kendati demikian, sebagai penegak hukum, pihaknya tetap melakukan proses pembuktian terhadap laporan palsu yang dibuat Retnowati. Namun, Sudjarwoko memberi pengecualian khusus.

“Tapi di balik itu semua, saya sebagai Kapolresta Yogyakarta memberikan kebijakan kepada tersangka ini. Kita juga menegakkan hukum dengan melihat beberapa faktor, salah satunya asas manfaat,” katanya.

Jika pemberkasan berlanjut, imbuhnya, maka yang bersangkutan akan mengalami kerugian yang cukup besar. Di antaranya kerugian rumah tangga dan anaknya bisa terlantar.

“Karena itu saya sampaikan kepada Kasat Reskrim soal kebijakan saya, ya sudah kita berikan peringatan kepada yang bersangkutan agar tidak terulang lagi. Padahal sebenarnya laporan palsu adalah tindak pidana dan sesuai pasal 242 (KUHP) bisa kena 7 tahun,” ucapnya.

Tapi, Sudjarwoko mengambil kebijakan tersebut karena pertimbangan aspek kemanusiaan dan melihat latar belakang yang bersangkutan begitu miris. Sehingga, sudah sewajarnya membantu dan sekaligus memberi efek jera kepada Retnowati.

Sementara itu, Retnowati mengakui perbuatannya. Selain itu, dengan adanya pengecualian ini dia mengaku tidak akan mengulanginya lagi.

“Saya mohon maaf atas segala tindakan saya, saya menyesali perbuatan saya, Saya juga minta maaf kepada bapak polisi se-DIY karena sudah menyusahkan dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi,” ujarnya dengan nada lirih, di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (11/8/2020). (*/dtc)

Foto : detikcom