Polri Jerat 107 Penyebar Hoax Terkait Pandemi Corona

(Berita Terpercaya) – Pandemi Corona bukan berarti menyadarkan orang untuk tidak membuat hoax (berita bohong). Pelaku hoax di tengah pandemi Corona justru mencapai angka tinggi, yaitu sebanyak 107 orang penyebar berita bohong.

Wakabareskrim Irjen Wahyu Hadiningrat mengatakan, Polri menjerat sedikitnya 107 tersangka kasus penyebaran informasi bohong terkait Corona. Mereka terjaring dalam operasi penanggulangan pandemi virus Corona (Covid-19) bernama Aman Nusa II.

Wahyu menerangkan, dari kasus yang berkaitan dengan cyber, Polri melalui Satgas Gakkum telah men-takedown lebih dari 2.400 akun, dan menetapkan 107 tersangka. Mereka terjerat dalam patroli cyber yang dioperasikan oleh Satgas Gakkum Polri.

“Terkait dengan cyber crime, kita melaksanakan patroli cyber hingga 9.062 kegiatan. Kemudian ada kegiatan takedown akun (2.417), penindakan 105 kegiatan. Total ada 11.584 kegiatan dengan 107 tersangka,” ungkap Irjen Wahyu Hadiningrat dalam rapat secara virtual dengan tim pengawas penanganan virus Corona bentukan DPR RI, Rabu (20/5/2020).

Kegiatan yang dilakukan efektif dalam rentang waktu dua bulan, dimulai 19 Maret hingga 19 Mei 2020.meliputi penyampaian imbauan dan pembubaran kerumunan. Dari dua kegiatan itu, setidaknya sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Polri sudah melakukan imbauan sebanyak 715.750 kegiatan. Kemudian pembubaran-pembubaran terkait kerumunan-kerumunan sebanyak 707.578. penindakan ada 13 kasus. Jadi, total kegiatannya sekitar 1.423.341 dengan 65 tersangka.

“Satgas Gakkum juga melakukan pemantauan terhadap bahan pokok dan alat kesehatan. Monitoring bahan pokok ada 29.290 kegiatan, monitoring alat kesehatan 26.403 kegiatan, penindakan ada 9. Jadi, total 55.702 kegiatan dengan 18 tersangka,” beber Wahyu. (*/dtc)

Foto : reqnews.com