Presiden Sambut Hari Perempuan, Sebut Kesetaraan Gender

(Berita Terpercaya) – Perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai mimpinya. Kedudukan perempuan setara dengan laki-laki dalam peradaban.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pesan tersebut menyambut Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day yang diperingati  tiap tanggal 8 Maret. Pesan tersebut disampaikan Jokowi melalui akun Twitter resminya @Jokowi, Senin (8/3/2021).

“Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian. Semua setara memberi warna bagi peradaban,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyertakan poster dengan tulisan ‘Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2021 Presiden Joko Widodo’. Dalam poster tersebut terdapat gambar perempuan dengan beragam profesi. Sementara, ada beragam cara perempuan di berbagai belahan dunia memperingati Hari Perempuan Internasional di tengah masa pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Hari Perempuan Internasional diresmikan pada tahun 1977 oleh PBB. Salah satunya untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Sebelum diresmikan PBB, peringatan Hari Perempuan Internasional pertama kali dilaksanakan pada 28 Februari 1909. Munculnya perayaan tersebut awalnya diinisiasi oleh Partai Sosialis Amerika Serikat untuk memperingati hari demonstrasi yang dilakukan oleh para pekerja buruh perempuan di New York pada 8 Maret 1908.

Pada saat itu, para perempuan yang bekerja sebagai buruh pabrik garmen menuntut hak mereka untuk ikut berpendapat dan politik untuk beberapa kebijakan yang muncul. Lalu pada tahun 1910 sebuah organisasi sosialis internasional berkumpul di Denmark atau lebih tepatnya di Kopenhagen untuk menetapkan hari perempuan pada tanggal tersebut.

Selain itu, pertemuan itu juga memiliki tujuan untuk membangun dukungan dari masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk mengapresiasi gerakan ini yang memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk agar perempuan agar dapat setara dan dapat memiliki hak pilih secara lebih universal. Maka di tahun 1977, ditetapkanlah Hari Perempuan Internasional dan diresmikan untuk dilakukan perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. (*/dtc)

Foto : ilustrasi twitter @jokowi