Prof Otto : Perlu Partisipasi Masyarakat dalam Kelola Ketahanan Air

(Berita Terpercaya) – Upaya terkait ketahanan air perlu melibatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan. Sehingga, masalah konservasi, pendayagunaan, mitigasi atau pengendalian daya rusak air serta sistem informasi data dapat disosialisasikan lebih efektif.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Prof Dr Ir Otto SR Ongkosongo, BE menyampaikan hal itu di sela-sela Seminar Nasional 2 Geomorfologi : Faktor Geomorfologi dalam Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Senin (9/9/2019) di Gedung Dewan Perwakilan Daerah RI DIY, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta.

“Perlu pemberdayaan masyarakat agar tersosialisasi masalah yang dihadapi dan ikut diberdayakan dan berpartisipasi dalam sumber daya air,” ujar Otto yang juga anggota Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Otto mengungkap perihal timbulnya masalah besar di Indonesia akibat perilaku masyarakat yang tanpa disadari berdampak pada kerusakan lingkungan, bencana banjir dan longsor, juga pencemaran. Karenanya, ia merintis sebuah forum seminar pada 2009 di Jakarta atas biaya sendiri. Berselang 10 tahun kemudian, pada 2019 ini dihelat kembali seminar yang kedua kali, yang dibiayai Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Di sini kita bisa sharing, bagaimana pengalaman dan praktik atau teori dan cara yang terbaik bisa ditiru dan disebarkan ke berbagai pihak. Sehingga, kita bisa meniru yang baik dan dapat ditinggalkan untuk anak cucu,” terang alumnus Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM dan Université de Bordeaux I, Departement Géologie et Océanographie.

Sejumlah narasumber yang menjadi pemateri antara lain Otto, Kepala Badan Geogologi Ir Rudy Suhendar, M Sc, Ir Imam Mustofa, Prof Dr I Dwi Atmana Sutapa, dr Andiani Prof Dr Junun Sartohadi, Dr Eko Budi Lelono, Dr Amien Widodo, Ir Chusni Anshori, MT, Dr Sensus Wijonarko, I Gede Sudiasa, ST, Ir Pranoto Hamidjojo, Dr Ratdomo Purbo, Dr Ir Wartono Rahardjo, dan Arif Fuad Hidayah. Sedangkan peserta yang diundang berasal dari berbagai kalangan, meliputi dosen, peneliti, swasta, masyarakat umum.

Selain melalui forum dialog seminar, juga dilakukan studi ekskursi ke Rowo Jombor, Klaten, Jawa Tengah  dan Pantai Ngobaran, Gunungkidul untuk mengamati sumber air tawar di lokasi mata air di tepi laut, Selasa (10/9/2019). (rts)