Program Berbasis Keluarga Mampu Hadapi Pandemi Covid-19

(Berita Terpercaya) – Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus Corona belum ada obatnya. Satu-satunya upaya menangkal adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh. Dan, kekebalan tubuh dapat dibangun oleh nutrisi yang cukup.

Maka, satu-satunya upaya mencegah serangan Covid-19 adalah tercukupinya kebutuhan pangan, terutama bahan pangan bernutrisi atau berkualitas tinggi protein dan gizi. Dan, diperlukan program berbasis keluarga.

Tim Penggerak PKK Banyuwangi menggalang kegiatan peningkatan ketahanan pangan daerah dan keluarga. Upaya tersebut sebagai solusi kunci menghadapi pandemi Covid-19 sekaligus memulihkan ekonomi lokal.

“Ketahanan pangan tidak hanya terkait pemenuhan kebutuhan tubuh pada setiap jiwa di keluarga, tapi juga berkaitan erat dengan bagaimana ekonomi lokal bergerak,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Ipuk menjelaskan, ketahanan pangan berdimensi pada dua hal. Pertama, kemampuan daerah menjaga produktivitas sektor pertanian. Kedua, kemampuan masyarakat untuk mengakses bahan pangan.

Artinya, ada faktor supply and demand. Dan, itu berkaitan dengan soal kesejahteraan tiap-tiap rumah tangga.

“Ini penting diperhatikan agar pandemi Covid-19 bisa kita lewati dengan baik, sekaligus upaya pemulihan ekonomi bisa cepat dilakukan. Karena, sebagian besar pelaku usaha lokal bergerak di sektor pertanian dengan berbagai subsektor dan turunannya,” papar Ipuk.

Ipuk juga mengungkapkan perlunya kewaspadaan karena organisasi dunia seperti Food and Agriculture Organization (FAO) mengingatkan adanya potensi krisis pangan baru yang mempengaruhi ketahanan pangan suatu wilayah di masa pandemi Covid-19.

Meski Banyuwangi relatif aman karena pasokan pangan cukup berlebih, Ipuk tetap mengingatkan perlunya antisipasi semua pihak, terutama dalam memperbaiki aspek permintaan atau daya beli warga yang terpukul saat ini.

PKK Banyuwangi pun mendorong sejumlah langkah untuk membangun ketahanan pangan keluarga. Dimulai dari membagikan bibit tanaman kepada para kader PKK untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Hal itu untuk mengurangi risiko penurunan ketahanan pangan.

“PKK mendorong serta memfasilitasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai salah satu solusi pangan mandiri, termasuk untuk budidaya ikan. Ada pula pembagian bibit, tentu sudah disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya sayuran dengan masa panen singkat. Keanekaragaman pangan berbasis potensi lokal juga wajib diperhatikan,” ujar Ipuk.

Ipuk mengajak seluruh kader PKK memprioritaskan pembelian bahan pangan lokal demi meningkatkan kesejahteraan pelaku pertanian. Dalam konteks kebijakan, PKK ikut mendorong pemerintah daerah membeli berbagai produk lokal, baik untuk jaring pengaman sosial warga terdampak pandemi maupun insentif makanan tenaga kesehatan. Telah dilakukan pembelian beras, telur, olahan ikan, olahan pangan, dan buah untuk program-program tersebut dari pelaku usaha lokal.

Dia menambahkan, melalui program berbasis keluarga, pihaknya juga memfasilitasi serta mendorong hilirisasi produk pertanian di mana para kader PKK mengolah berbagai komoditas agar memiliki nilai tambah.

“Hal ini adalah ikhtiar meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga warga dengan menghasilkan produk yang lebih bernilai tambah ketimbang hanya menjual hasil panen secara langsung,” jelasnya. (*/dtc)

Foto : dok. istimewa