PSS, Arga dan Isu Teror Kepindahan Pemain (1)

(Berita Terpercaya) – PSS Sleman sukses menjuarai Kampetisi Liga 2 PSSI, setelah di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (4/12/2018) mengalahkan Semen Padang 2-0. Kini tim kebanggan masyarakat Sleman akan berkiprah di kasta sepakbola tertinggi di Tanah Air, Liga 1.

Namun ada yang rada aneh saat menyaksikan selebrasikemenangan ini. Di tengah pesta flare dan kembang api, serta atraksi kareografi pendukung fanatik yang memenuhi stadion, sang pelatih, Seta Nurdiyantara, mengenakan jersey hitam dengan nomor punggung 88 dan bertuliskan A. Permana.

Siapakah A Permana yang nama lengkapnya Hendika Arga Permana? Pemain yang dibesarkan Sekolah Sepak Bola Marsudi Agawa Sentosa (MAS) ternyata Kapten Tim Kesebelasan PSIM Yogyakarta. Arga yang lahir di Bantul 1 November 1993 ikut membawa PSIM bertahan di Liga 2.

Setelah PSIM bersama PSIM, sang Kapten yang bermain di lapangan tengah ini lantas di lirik oleh tetangga sebelah masih dari satu provinsi, PSS Sleman yang terus melangkah ke babak 8 besar Liga 2.

Seta Nurdiyantara, sang pelatih PSS, yang kepincut dengan kemampuan olah bola Arga lantas mengontak Arga dan Manajemen PSIM. Disepakati, Arga akan dipinjamkan PSIM ke PSS selama babak 8 besar.

Kesepakatanpun ditanda tangani. Arga pindah ke PSS. Namun siapa sangka, tanpa ada yang mengetahui lebih jauh, tiba-tiba Arga menyatakan mundur dari PSS. Bahkan tidak hanya itu, pemain dengan postur idela, tinggi 175 cm dan berat sekitar 65 kg ini, menyatakan gantung sepatu. Berhenti bermain sepakbola di ajang kompetisi profesional. Padahal usianya baru 25 tahun. Sebuah usia yang dianggap sebagai usia memasuki periode emas seorang pesepakbola.

Ada kabar kalau keputusan mengejutkan Arga ini dikarenakan ancaman suporter fanatik PSIM yang tidak rela pemain idola yang menjadi ikon klub pindah ke klub yang selama ini penuh rivalitas. Bahkan dalam pertemuan terakhir kduanya, ada suporter yang meninggal dunia.

Benar tidaknya isu soal ancaman ini, Seta merasa diri bersalah soal keputusan Arga. Bahkan Seta telah meminta manajemen PSS untuk tetap memasukan nama Arga sekalipun sang pemain menyatakan gantung sepatu.

“Memang kemenangan ini saya dedikasikan untuk Arga, keluarga dan almarhum ayahnya. Ada ikatan emosinal ketika di awal babak 8 besar saya tarik dia ke PSS dan di perjalanan dia mundur dari karier profesional,” ujar Seta.

Selanjutnya akan dikupas soal pengakuan Arga tentang keputusan yang mengejutkan ini. Adakah ancaman dan teror soal kepindahannya? Seperti apa teror itu?Ikuti laporan selanjutnya. (sdr)

 

foto: dari akunfacebook Hendika Arga Permana