PSS, Arga dan Isu Teror Kepindahan Pemain (3-habis)

(Berita Terpercaya) –  Pertanyaan yang mengemuka adalah benarkan ada ancaman terhadap Hendika Arga Permana terkait peminjaman dirinya dari PSIM untuk memperkuat PSS di laga 8 besar, sehingga kapten PSIM Yogyakarta ini mengambil keputusan yang sangat mengejutkan, mengundurkan diri liga profesional?

Memang sebelumnya Arga mengatakan bahwa alasan utama gantung sepatu dirinya tidak menemukan kebahagiaan dalam menjalani olahraga yang dicintainya ini. Padahal sejak kecil ia sangat mengharapkan olahraga ini membawa suka cita.

Terkait isu yang berkembang bahwa ada ancaman dan teror pendukung fanatik PSIM, kembali Arga dalam akun instagram mengatakan,  “Terkait bergabungnya saya di PSS dengan adanya suara-suara suporter yang macam-macam itu sebenarnya tidak ada masalah dan sama sekali tidak ada teror atau bahkan ancaman,” jelasnya.

Arga juga menambahkan kalau keputusan ini demi kebaikan dirinya. Apalagi Arga saat ini juga sedang merintis usaha barbershop, dan ingin fokus berwirausaha. “Yang namanya perubahan besar untuk menjadi lebih baik itu diawali dengan keputusan yang besar ya, Insyaallah. Dengan kondisi sekarang, ini yang lebih menguatkan saya untuk berhenti sepak bola profesional,” tulis Arga.

Kemudian dia berpesan kepada generasi penerus khususnya produk lokal Jogja, supaya bisa menikmati sepak bola dengan kebebasan. “Harapan saya, teman-teman pemain khususnya ‘produk lokal Kota Jogja’ generasi yang akan datang dan seterusnya ketika mereka punya bakat saya harap temen-temen ini bisa menikmati sepak bola dimanapun mereka memperkuat suatu tim,” pungkasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Sekjen Brajamusti, wadah suporter PSIM, Niko Anggari. Katanya, kekecewaan suporter atas bergabungnya Arga ke PSS masih dalam batas wajar. “Sepengatahuan kami, rekan-rekan hanya melakukan update di media sosial. Meluapkan kekecewaannya, tapi masih dalam batas kewajaran.

Pada bagian akhir Niko mengatakan dirinya dan juga Brajamusti akan mengutuk keras jika ancaman itu sampai melukai fisik. “Jika terornya berlebihan sampai meluka fisik, kami ya akan mengutuk keras.” (*/sdr)

 

foto: bolabanget.id