Rahmadsyah, Dari Tahanan Kota Menjadi Tahanan Rutan

(Berita Terpercaya) – Masih ingat Rahmadsyah Sitompul yang pada 19 Juni 2019, hadir di sidang gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai saksi dari tim Prabowo-Sandiaga. Kala itu kehadirannya sempat menghebohkan karena Rahmad ternyata berstatus tahanan kota PN Kisaran Sumatera Utara.

Namun kini Rahmadsyah yang menjadi terdakwa kasus ujaran kebencian terkait Pilkada Batu Bara 2018. Telah diputuskan hakim PN Kisaran menjadi tahanan Rumah Tahanan.

Penahanan terhadap Rahmadsyah Sitompul yang menjadi  terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik itu dilakukan seusai sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi di ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Sumut, Selasa (25/6/2019).

“Iya benar, sudah dilakukan penahanan. Statusnya sebagai tahanan kota dijadikan tahanan rumah negara. Dia ditahan di Rutan Labuhanruku,” kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Sumanggar Siagian saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/6/2019), sebagaimana dikutip dari detik.com.

Terdakwa memang telah mangkir sebanyak dua kali, yakni pada persidangan pada 21 Mei 2019 dan 18 Juni 2019. Rahmadsyah tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas sehingga hal itu dianggap menghambat proses persidangan. “Demi kelancaran persidangan, majelis hakim memutuskan untuk menahan yang bersangkutan,” tandas Sumanggar.

Rahmadsyah ditahan sebagai tahanan kota oleh penuntut umum sejak 1 April 2019 sampai 20 April 2019. Kemudian dilanjutkan oleh majelis hakim sejak 10 April 2019 sampai 9 Mei 2019. Lalu, dilakukan perpanjangan penahanan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kisaran sejak 10 Mei 2019 sampai 8 Juli 2019.

Memang dari persidangan MK di Jakarta, Rahmadsyah terlihat sengaja menutup jati dirinya dengan memakai kaca mata hitam dalam ruang persidangan sehingga dipertanyakan oleh hakim Mk dan kemudian dilepasnya.

Rahmadsyah juga mengakui kalau dirinya menghadiri sidang MK sebagai saksi tidak mengajukan izin kepada hakim. Ia hanya memberitahu jaksa melalui kuasa hukumnya itupun dengan alasan menjenghuk ibunya yang sedang sakit di Jakarta, bukan akan menjadi saksi. (*/dtc)

foto: detik.com