Proses Registrasi dan Pemblokiran Kartu SIM Menurut Pihak Operator

[Berita Terpercaya] Pihak operator mengaku tidak bisa melakukan pemblokiran kepada seluruh nomor pelanggannya secara langsung. Pemblokiran kartu SIM bagi pihak operator sejauh ini hanya dapat dilakukan dengan cara bertahap.

Wakil Presiden Direktur PT Hutchison Tri Indonesia (H3I) Danny Buldansyah kepada CNNIndonesia.com mencontohkan seperti pemblokiran outgoing call  yang seharusnya dilakukan pada 1 Maret baru usai pada 20 Maret lalu.

Menurut Danny, proses registrasi dan pemblokiran belum memiliki dampak yang signifikan. Terlebih untuk para pelanggan Tri mayoritasnya adalah pelanggan data.

XL Axiata melalui Tri Wahyuningsih (GM Corporate Communication) juga mengungkapkan bahwa pelanggan yang melakukan registrasi juga terus meningkat. Pihaknya mengakui saat ini jumlah sudah 40 juta pelanggan yang melakukan registrasi.

Ayu mengatakan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi agar pelanggan tak melewati batas waktu registrasi.

Sementara itu Adita Irawati (Vice President Corporate Communications) PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengungkapkan hal yang sama terkait edukasi dan sosialisasi.

baca: Registrasi Kartu Prabayar Tembus 35 Juta Pelanggan

Tahap-tahap pemblokiran kartu SIM

Dilaporkan oleh CNNIndonesia.com, bahwa sebelumnya pemerintah menegaskan pemblokiran nomor seluler prabayar berlangsung secara bertahap mulai 1 Maret 2018. Tahap pertama, layanan panggilan suara dan SMS keluar yang akan diblokir. Pemblokiran tahap kedua, panggilan suara dan SMS masuk yang akan diblokir. Tahap ini dimulai pada 1 April 2018 lalu. Pemblokiran data internet akan dilakukan pada 1 Mei 2028. Pada saat itu pula, sebuah nomor akan terblokir secara keseluruhan.

Direktur Jenderal PPI Kemenkominfo, Ahmad Ramli mengatakan, selama belum pemblokiran total maka pelanggan masih bisa melakukan registrasi.


agen togel terpercaya