Rencana Pemblokiran Facebook Justru Memperburuk Masalah

[Berita Terpercaya] Rencana pemblokiran Facebook oleh pemerintah mendapat sorotan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo. Bambang menilai langkah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

Menurut Bambang, dampak yang ditimbulkan justru semakin buruk, demikian hal itu dikatakannya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/4) sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia. Selain itu menurutnya pemerintah perlu mencari solusi yang saling menguntungkan.

Bambang melihat bahwa Facebook selain sebagai jejaring sosial juga merupakan wadah berbisnis bagi sebagian masyarakat. Terlebih mereka yang memiliki bisnis skala kecil hingga menengah. Dikatakan Bambang, bahwa jejaring sosial seperti Facebook masih menjadi kebutuhan untuk berbisnis.

baca: Mark Zuckerberg Meminta Maaf Atas Skandal Data Pengguna Facebook

Kebocoran Data Facebook Masalah Serius

Selain itu Bambang juga tidak memungkiri bahwa masalah kebocoran data juga menjadi masalah serius. Tambahan lagi menurutnya, Facebook selama ini tidak transparan terkait pengelolaan data pengguna.

Selanjutnya Bambang meminta agar pemerintah terlebih dulu mencari tahu data yang bocor dan disalahgunakan tersebut mengarah ke mana. Seharusnya pihak pemerintah meminta pertanggungjawaban dari pihak Facebook terkait hal itu, tegasnya.

Informasi sebelumnya diketahui bahwa Facebook telah mengungkap jumlah pengguna yang datanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica. Jumlah data pengguna yang dimanfaatkan mencapai hingga 87 juta akun. Diketahui pula bahwa mayoritas pengguna berasal dari Amerika Serikat, yakni berjumlah hingga 70,6 juta akun.

Indonesia pun tidak ketinggalan berada di urutan ketiga di dunia yang 1 juta akun Facebook-nya dipegang oleh Firma Cambridge Analytica. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pemerintah melalui Kemkominfo untuk mengambil langkah rencana pemblokiran Facebook.

Sementara Cambridge Analytica diketahui merupakan konsultan politik yang berperan dalam kampanye pemenangan Donald Trump pada pilpres di Amerika Serikat 2016 lalu.


baca: Salah Satu Pendiri WhatsApp, Turut Marakkan Tagar #deleteFacebook di Twitter.

agen togel terpercaya